Hidupku bermakna?

Hidupku bermakna?

  • WpView
    Reads 100
  • WpVote
    Votes 51
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Dec 22, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
[ Content warning: Mental health, negative vibes, suicide attempt, violence abuse ] Manusia itu penuh dosa dan bodoh. Manusia itu membingungkan dan rumit, manusia itu aneh, serakah, terlalu ikut campur, pendendam dan pengampun. Aku tidak pernah mengerti mereka. Ironis walaupun aku termasuk pada mereka. Manusia yang tidak mengerti manusia, apakah aku rusak? Aku tidak tahu, tapi "mereka" mengatakan aku rusak. Aku.... Tidak pernah tahu bagaimana seharusnya bertindak selayaknya masyarakat sosial bertindak. Aku benci keramaian, kebisingan, orang-orang, dan tempat terang. Aku bagaikan tikus, suka meringkuk dan mencari tempat gelap yang sempit. Aku benci sendirian tapi aku lebih benci lagi jika tidak sendirian. Aku ingin sendirian bukan kesepian, sungguh, ini membingungkan. Apa memang manusia serumit ini? Sebenarnya, apakah disini benar-benar ada nilai dari sesuatu yang disebut hidup? | cerita hanyalah fiktif. | ilustrasi oleh saya sendiri.
All Rights Reserved
#592
novelremaja
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Aku, Pandanganku, dan Duniaku
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Senja yang mendung
  • Rumah Orang Mati
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Behind The Smile
  • ...
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Self Injury's(complete)✔
  • Breathe

Di tengah keramaian, ada orang-orang yang kesepian. Mereka mungkin tertawa bersamamu, membaur dalam canda. Namun jika kamu melihat mata mereka lebih dalam, kamu akan menemukan kekosongan di sana. Barangkali keramaian tak mampu mengisi rasa sepi di dalam hati mereka. Mereka berusaha mengakalinya dengan tawa, canda, dan omong kosong lainnya untuk lari dari sepi dan ketika semua itu berakhir, tak ada apa pun di sana selain sepi yang sama menyapa. Menyedihkan bukan? Namun tak lebih menyedihkan dariku, karena harus hidup berdampingan bersama mereka....

More details
WpActionLinkContent Guidelines