Hidupku bermakna?

Hidupku bermakna?

  • WpView
    Leituras 98
  • WpVote
    Votos 51
  • WpPart
    Capítulos 7
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sex, dez 22, 2023
[ Content warning: Mental health, negative vibes, suicide attempt, violence abuse ] Manusia itu penuh dosa dan bodoh. Manusia itu membingungkan dan rumit, manusia itu aneh, serakah, terlalu ikut campur, pendendam dan pengampun. Aku tidak pernah mengerti mereka. Ironis walaupun aku termasuk pada mereka. Manusia yang tidak mengerti manusia, apakah aku rusak? Aku tidak tahu, tapi "mereka" mengatakan aku rusak. Aku.... Tidak pernah tahu bagaimana seharusnya bertindak selayaknya masyarakat sosial bertindak. Aku benci keramaian, kebisingan, orang-orang, dan tempat terang. Aku bagaikan tikus, suka meringkuk dan mencari tempat gelap yang sempit. Aku benci sendirian tapi aku lebih benci lagi jika tidak sendirian. Aku ingin sendirian bukan kesepian, sungguh, ini membingungkan. Apa memang manusia serumit ini? Sebenarnya, apakah disini benar-benar ada nilai dari sesuatu yang disebut hidup? | cerita hanyalah fiktif. | ilustrasi oleh saya sendiri.
Todos os Direitos Reservados
#245
dosen
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • HELP! (END).
  • Menyerah atau Bertahan?
  • Breathe
  • Aku, Pandanganku, dan Duniaku
  • BULLYING [Completed, TAMAT]
  • LANGIT JINGGA (TAMAT)
  • Shattered Soul
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]
  • Imperfect Me
  • Self Injury's(complete)✔

BUKAN KISAH PERCINTAAN REMAJA. (FOLLOW SEBELUM MEMBACA). (Fiksi remaja, Mental health). {PART MASIH LENGKAP}. Kenapa harus dianggap gila dan aneh? Orang-orang menganggapnya gila dan aneh. Karena tubuhnya tidak bersih seperti kebanyakan manusia pada umumnya. 'Bersih' dalam artian tidak ada luka baretan atau pun bekas luka pukul. Tidak. Dia tidak gila, namun mentalnya diguncang dan dirusak. Saat berkonsultasi dengan dokter psikolog justru dianggap gila. "Kamu udah gila makanya ke psikolog?" "Kenapa ke psikolog? Kayak orang yang punya depresi berat aja." "Udah, kamu cuma kurang ibadah sama berdoa aja." "Anak umuran kamu tuh biasanya pada seger, ceria. Lah, kamu? Kayak orang gila." Bahkan orang tuanya pun meremehkan apa yang dia rasa, menganggap seolah tidak terjadi apa-apa. Tidak sampai di situ... dia pun harus merasakan bully di sekolah sampai mendapat luka fisik. Dan yang lebih menyakitkan adalah... ketika dipaksa menerima kenyataan bahwa dia harus kehilangan seseorang yang sangat dia sayang. Don't copy my story! Stard: 01 Desember, 2021. End: 30 Januari, 2022.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo