CORETAN - CORETAN TANGANKU

CORETAN - CORETAN TANGANKU

  • WpView
    Membaca 145
  • WpVote
    Vote 31
  • WpPart
    Bab 31
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Kam, Feb 20, 2025
Entahlah aku mencoret apa tidak tau, puisi, syair dan nuansa hati yang selalu bergejolak ingin mencurahkan isinya. Coretan penaku yang tersaji seringkali hanya tentang perasaan Entah itu tentang sakit atau kebahagiaan Tak dapat dipungkiri bahwa gerakan jemari ini lebih dominan untuk menumpahkan isi hati Yang terkadang semua itu tak memiliki arti Sebagai pelampiasan emosi Dan bisa juga dijadikan ajang penyaluran hobi Sedikit berpikir tentang adanya ejaan yang melukai Karena semua yang tertuang hanya mengikuti bisikan imaji Andai saja aku ini bisa sebijak gerak jari jemari Mampu memberi petuah sebagai pengingat diri Hingga membawa insan yang salah jalan untuk kembali Sayang semua itu masih dalam ilusi Menebar kebaikan lewat syair puisi Yang kurangkai dengan diksi tingkat tinggi Tak pernah gagal menyentuh jiwa para penikmat sejati Namun sekali lagi semua seakan hanya mimpi
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#51
duniaku
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • TIME will TELL {On Going}
  • Complicated | Halilintar x Reader
  • Jatuh Cinta Diam-Diam
  • TENTANGMU YANG PERNAH ADA
  • REMEMBER 1.0
  • Aksara Tak Bertuan
  • READER VS TUJUH BOBOIBOY
  • 1000 Syair Puisi Jalanan
  • 𝐃𝐈𝐀𝐍𝐓𝐀𝐑𝐀 𝐊𝐄𝐁𝐄𝐍𝐂𝐈𝐀𝐍 [✓]

"Selamat Tinggal." Itulah ucapan terakhir yang ia dengar sebelum sebuah benda pipih dan tajam menikam jantungnya. Mata berwarna jingga layaknya api yang berkobar itu menatap kearah sang pelaku yang menatapnya dengan tatapan kosong. "Sialan kau...seandainya saja...kau tidak pernah dilahirkan dan fakta bahwa kau adalah adikku..." "Kiamat ini tidak akan pernah terjadi." Pedang yang ada di tubuhnya ditarik keluar membuatnya tersungkur di lumpur yang sudah digenangi oleh darahnya sendiri. Melihat bahwa lawannya sudah lumpuh si 'adik' itu pun pergi meninggalkan si 'kakak' menghembuskan napasnya untuk terakhir kalinya. ■□■□■□■□ Mata jingga itu terbuka lagi, kini di depannya ada sebuah jam besar yang jarum jamnya tidak berdetak sama sekali. "Apa yang akan kau pilih, nak? Menyerah dan mati disini atau mengulang kembali waktu yang telah kau sia-siakan?" "Kembalikan aku agar aku bisa menebus kesalahanku yang dulu." "Senang mendengarnya~" □■□■□■□■ Apakah anak itu bisa melakukan perjalanannya? Rintangan apa yang akan ia lalui selama melakukannya? Hanya waktu yang akan menjelaskannya nanti. ||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||||| Karakter di cerita ini milik @Monsta. Dan video+gambar yang aku cantum bukan milikku. Aku hanya meminjamnya. Maaf jika ada kesalahan kata atau kekurangan. Silahkan berikan kritik dan saran untuk membantu meningkatkan kualitas novel ini. ♡Selamat Membaca♡

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan