Zephyrin: Primogenito

Zephyrin: Primogenito

  • WpView
    Reads 39
  • WpVote
    Votes 4
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Dec 21, 2023
Seorang wanita cantik yang hidup di negeri orang. Menjadi tukang kue tidak ada salahnya. Itu menyenangkan, sebuah hobi baru di hidupnya. Semua berjalan biasa saja, menyenangkan, dan tak ada yang perlu di pusingkan. Sampai suatu ketika, ia bertemu dengan seorang pria yang lebih muda darinya. 'Menyebalkan.' satu kata yang pantas di lontarkan untuk pria itu. Namanya Dante Matteo. Pria menyebalkan yang prilakunya berubah-ubah. Zephyrin selalu di buat pusing dengan kehadiran nya. Tapi, ada sisi gelap dan dingin yang di miliki oleh seorang Dante. Sehingga, Zephyrin harus repot-repot berteori tentang pria itu. | Mengandung beberapa hal yang tak pantas. | Hanya tulisan acak, semoga terhibur. 18+
All Rights Reserved
#444
jepang
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • Nebbia, the Mafia and the Successor(21+)✔
  • LOVE IN MENTAL DISORDER [ ENDING ]
  • Dante's Confession ✔️ (Mavros Series #3)
  • HUSBAND [END]
  • RIDOLFINA
  • LOVE IN REVLAZ
  • RIFIORIRE

SEQUEL "ALEXIO" [FOLLOW DULU SEBELUM BACA!] DON'T COPY MY STORY❌️‼️ 18+ Buat yang baru baca, kalian bisa baca Alexio dulu sebelum baca Edeline, biar kalian paham alurnya, xx. *** Setelah lima tahun, Edeline hidup seperti orang yang berbeda. Dunia gelap yang tidak pernah ia sentuh sebelumnya. Kini ia harus benar-benar terlibat di dalamnya. Aroma darah, dan kematian menjadi hal biasa yang ia lihat. Sampai suatu ketika ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Haruskah ia kembali pada seseorang yang selalu mengisi harinya? atau justru ia harus menyerah? *** "Shit!" pekik Edeline ketika tembakannya meleset cukup jauh. Seketika itu ia menoleh, dan melihat seseorang yang menjadi penyebab tembakannya meleset. Jade menyengir kecil sebelum ia membawakan sesuatu untuk Edeline. "For you," ucap Jade dengan senyum lebarnya, berharap Edeline akan memaafkannya kali ini. Edeline hanya memutar bola matanya, sebelum ia melanjutkan latihannya. Perempuan itu begitu fokus sampai ia tidak peduli akan apa yang dikatakan Jade setelahnya. *** "X," ucap Edeline pada akhirnya. Alexio yang mendengar itu tersenyum miring. Hal inilah yang ia inginkan sedari tadi. Gadis itu yang memohon dengan memanggil namanya. "Yes, I'm your X." Bisik Alexio seraya mengecup cuping telinga Edeline.

More details
WpActionLinkContent Guidelines