Zephyrin: Primogenito

Zephyrin: Primogenito

  • WpView
    Leituras 39
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 3
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, dez 21, 2023
WpInfo
Fanfic
Red Velvet
Seorang wanita cantik yang hidup di negeri orang. Menjadi tukang kue tidak ada salahnya. Itu menyenangkan, sebuah hobi baru di hidupnya. Semua berjalan biasa saja, menyenangkan, dan tak ada yang perlu di pusingkan. Sampai suatu ketika, ia bertemu dengan seorang pria yang lebih muda darinya. 'Menyebalkan.' satu kata yang pantas di lontarkan untuk pria itu. Namanya Dante Matteo. Pria menyebalkan yang prilakunya berubah-ubah. Zephyrin selalu di buat pusing dengan kehadiran nya. Tapi, ada sisi gelap dan dingin yang di miliki oleh seorang Dante. Sehingga, Zephyrin harus repot-repot berteori tentang pria itu. | Mengandung beberapa hal yang tak pantas. | Hanya tulisan acak, semoga terhibur. 18+
Todos os Direitos Reservados
#2
cakeshop
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • HUSBAND [END]
  • Damn Kidnapped! [END]
  • I'm Your Daddy Rayvan ( END )
  • OBSESSED
  • PENYAMARAN SANG YAKUZA
  • EDELINE [END] [TELAH TERBIT]
  • RIDOLFINA
  • His Dangerous Love ✓

Pertemuan secara tak sengaja menimbulkan perasaan sejak kecil. Berpisah bukan hal yang mudah. Bertemu dengan gadis yang merubah semuanya. Dan sosok lelaki yang mampu berjuang dan bertahan. Sampai suatu ketika, kebenaran itu terungkap. Sreeettt.... Untungnya Alvano dengan cepat mengendalikan stir nya. Dan oh! Apa itu? Ia hampir menabrak gadis. "Aduhh..." ucap nya meringis. Ya, gadis itu adalah Nadin. Alvano turun dari mobilnya dan melihat siapa yang hampir ia tabrak. Nadin sedikit mendongak. Tatapan mereka bertemu. Nadin kaget mengapa ia bertemu lagi dengannya? Dan, astagaaa... Alvano menghela napas saat melihat sosok gadis tadi. "Untung gak mati" kesal Nadin menatap Alvano tajam. "Bukan salah saya." "Nih orang gak ada rasa rasa berdosa nya yaaa!! Bantuin diri kek, apa kek, ini gak ada rasa rasa nyesel nya!!" emosi Nadin sudah memuncak dan mengeluarkan unek unek nya. Alvano mengendikkan bahu nya acuh. Tak lupa wajahnya, ia selalu datar. "Ini sudah malam, dan gadis sepertimu tidak cocok diluar malam." Nadin melirik sekilas. "Saya tadi abis keminimarket. Trus hampir mati ditabrak sama Om Om!!!" ucap Nadin menghela napas kasar dan menegaskan ucapannya diakhir. Alvano menatap tajam Nadin, memangnya ia terlihat seperti Om Om? "Saya bukan Om mu" ucap Alvano. "Ck! TERSERAH."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo