We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
PLAYER

PLAYER

  • WpView
    Reads 2,058
  • WpVote
    Votes 174
  • WpPart
    Parts 32
WpMetadataReadComplete Thu, Jul 11, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Tangan Kadavi memegang salah satu pipi Hani dengan lembut. Ditatapnya gadis itu hangat seraya tersenyum ketika mengucapkan sesuatu. "Senyum lo cantik gue suka." --- Jatuh cinta dengan Kadavi adalah rencana yang tidak pernah disangka-sangka oleh Hani sebelumnya. Lelaki itu membuat debar aneh di hati Hani di tatapan pertama mereka. Lalu di tatapan kedua, Hani sepenuhnya jatuh cinta. Tak mudah untuk membuat Kadavi mencintainya balik. Selain perjuangan Hani juga memerlukan kesabaran yang ekstra. Terlebih lagi saat masalah keluarga, sahabat dan sebuah mimpi buruk menyerangnya tanpa henti. Hani akhirnya menyerah mengejar Kadavi. Tetapi, apa memangnya sesederhana itu?
All Rights Reserved
#9
ceritaringan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dishana (End)
  • Rumah Tanpa Atap
  • Dikala itu, Aku Tak Mengerti
  • BROKEN HEART [END]
  • PESAN UNTUK RAYAN
  • REANDRA [END]
  • K.A.V
  • Sayang
  • RUANG RINDU

Ini tentang Dishana, perempuan yang memiliki nama ambigu sehingga sering menimbulkan kesalahpahaman. Ini juga tentang di sana, dimana yang terlihat tertawa belum tentu bahagia, menangis belum tentu menderita. Dishana, di sana? Terdengar sama, namun memiliki makna berbeda. _________________________________________ "Di sana...." Suara lantang dari lelaki yang berdiri di atas podium itu membuat perempuan yang merasa namanya di panggil mengangkat tangan dengan percaya dirinya. Hening, semua mata tertuju kearahnya. "Kenapa berdiri?" Tanya sang pemanggil nama dengan tatapan heran. "Kakak tadi manggil nama saya?" "Siapa? nggak tuh." "Dishana. Itu nama saya kak." "Di sana." Tekan lelaki itu menunjuk kearah ruangan di bagian itu Utara. "Di sana tempat kalian semua kumpul setelah istirahat nanti." Penjelasan lantang itu membuat seluruh orang berusaha keras menahan tawanya. Wajah Shana memerah menahan malu, berusaha keras ia menampilkan raut biasa. "Dishana." Kakak tingkat itu menatap kearah Shana dengan serius. Merasa kali ini benar dirinya terpanggil, Shana menjawab. "Iya kak?" "Di sana senang, di sini senang dimana-mana hatiku senang." Langkah santai diiringi senandungan keras meluapkan tawa tertahan semua orang di sana. Sial! Bisakah Dishana mengurus akta kelahiran dan kartu keluarga di dukcapil untuk mengubah namanya? __________________________________________

More details
WpActionLinkContent Guidelines