Pantaskah aku menyerah

Pantaskah aku menyerah

  • WpView
    LECTURES 2
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Chapitres 1
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication mer., déc. 20, 2023
Pantaskah aku mengeluh? Sebagai seorang anak pertama dikeluarga yang kurang mampu aku selalu di tuntut untuk menjadi yang terbaik. Capek rasanya selalu memikirkan masa depan yang tidak sesuai ekspetasi. Memaksakan sesuatu yang menurutku bukan keahlianku. Pernah rasanya aku ingin sekali mengahiri hidupku karena merasa muak dan capek. Namun ternyata secapek-capeknya aku, ada yang lebih capek. Siapa lagi kalau bukan orang tua. Mereka membesarkanku dan membiayaiku dengan uang hasil jerih payahnya supaya aku dimasa depan layak menjadi orang yang sukses. "Dengan semudah ini aku menyerah begitu saja!!" Dari hidup ini aku belajar bahwa apapun yang sudah menjadi jalan hidupmu akan menjadi milikmu, dan tuhan tau apa yang terbaik untukmu.
Tous Droits Réservés
#443
tuhan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Alisa's Story
  • Mutualism Symbiosis
  • Jovandra
  • Jejak Luka Di Bawah Langit Senja
  • SYAKIRA how are you?
  • Paradise
  • Arsyilazka
  • I Love You

'Aku cuma butuh "rumah pulang" aku capek mikir aku capek berjuang aku capek... Tapi aku cuma bisa nangis dan memeluk diriku sendiri , sampai rasa sakit kepalaku mulai sangat terasa .. aku fikir mati akan mengakhiri penderitaan ini , tapi bagaimna adikku? Bagaimana ayahku? Bagaimana kakakku? Aku tidak bisa melihat mereka sedih'. Begitulah tulisan seorang gadis yang sedang mengetik di atas keyboard nya. " Bahkan ibuku bukan tempat untuk aku pulang " gadis itu mendongakkan kepalanya yang terasa nyeri sambil menghembuskan nafas dari bibirnya " Aku capek bee... Aku capek dan semua orang tau seberapa menyedihkannya diriku" kedua gadis itu berpelukan, satu diantaranya melepaskan pelukan itu "lo itu egois lis!" "gw gk egois.." "lo terus terusan merasa klo lo yg paling sakit padahal nggak!" "hehee lo nggak bakal ngerti! Kalian gk bakal ngerti karna kalian gk ngerasain jadi gw.." Nadia alisa seorang gadis berusia 17th yang merasa dewasa sebelum waktunya dan merasa sendirian k etika kehilangan seseorang yg sangat disayanginya. "aku kangen banget. Jemput aku.. Nek" Cerita yang penuh emosi masalah keluarga cinta dan depresi Ceritanya mentok sama si cewek karna ini cerita saya sendiri yaa tapi full banyakan realita daripada halunya maklumin ajalah yaa sekalian curhat hehee

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu