Story cover for Virtual Crush by _snownight
Virtual Crush
  • WpView
    Reads 944
  • WpVote
    Votes 421
  • WpPart
    Parts 15
  • WpView
    Reads 944
  • WpVote
    Votes 421
  • WpPart
    Parts 15
Ongoing, First published Dec 20, 2023
Kata orang cinta itu buta. Tak bisa dirasakan oleh indra penglihatan, namun dapat dirasakan oleh hati. Bagaimana kalau cinta itu benar-benar buta? Menyukai seseorang yang kita sendiri tidak tahu wujudnya seperti apa. Dunia maya itu penuh dengan kepalsuan, sehingga banyak orang menertawakan dan menganggap kita tidak normal ketika menyukai seseorang yang dikenal di dunia maya. Cemoohan dan kata-kata lain yang tak mengenakkan ia anggap sebagai kicauan burung belaka. Ia tak peduli jika orang yang dia sukai di sosial media jauh dari ekspektasi. Ia hanya memedulikan isi otak orang terebut yang begitu jenius di bidangnya. Ia jatuh cinta pada seorang laki-laki yang dirasa dapat melengkapi kekurangannya di bidang linguistik. Ia hanya bisa di bidang eksakta dan payah di bidang linguistik jatuh hati pada seorang laki-laki yang sangat pandai di bidang linguistik tetapi payah di bidang eksakta. Suatu kombinasi yang pas (apabila) mereka bersatu.
All Rights Reserved
Sign up to add Virtual Crush to your library and receive updates
or
#29study
Content Guidelines
You may also like
Don't call it love! by ArmayaA
29 parts Complete
Semesta rasanya tidak berpihak pada Cyntia. Tidak hanya perusahaannya yang sedang berada dibawah roda kehidupan, tetapi neneknya sakit dan terus memaksanya menikah. Orang yang ia cintai dan mencintainya pun hilang tak ada kabar. Tak ada pertolongan rasanya. Pada akhirnya pilihan terburuk muncul. Ah, mungkin tak bisa disebut pilihan. Ia harus melakukan itu dengan terpaksa. Pria yang melukiskan kehidupan kelamnya pun muncul. Konyol rasanya saat pria itu mengajaknya menikah. *** Aku tak tahu apa itu cinta. Bahkan, saat ini bagiku itu satu kata yang abstrak luar biasa. Baginya rasa yang terasa itu cinta, tetapi mengapa rasanya merusak jiwa raga. Bagiku itu bukan cinta, melainkan suatu rasa yang amat hampa. Akhirnya satu kata menjadi beda makna. "Bukankah kau sangat membenciku?" Tanyaku. Ia diam, tanpa menatap mataku. Secara tak sadar aku tersenyum sinis padanya dan aku berusaha menahan rasa kesalku. "Apakah melemparkan susu basi ke wajahku adalah bentuk rasa suka?" Aku mengungkit masa lalu. Matanya pun mulai menatap mataku. Aku takut dengan wajah itu. Di bawah meja tersembunyi tangan gemetarku. Mataku berpura-pura tegar saat bertemu matanya itu. Aku berusaha bicara meski lidahku terasa kelu. Aku berusaha berdiri tegak meski kakiku tak berdaya. Waktunya pergi dari hadapannya. Aku akan katakan terakhir kalinya. "Jangan sebut itu cinta!" "Aku melamarmu bukan karena cinta. Bukankah, seharusnya kau yang memohon padaku agar kita bisa memanfaatkan satu sama lain?"
Not Me & Not Mine by elsyaqif
22 parts Ongoing Mature
Tak ada kesalahan tanpa adanya sebuah perbuatan, begitu pula dengan kisah Zara dan Rafif-dua hati yang, entah bagaimana caranya, selalu kembali bertaut meski diwarnai begitu banyak perbedaan. Zara, seorang perempuan yang selalu berusaha memahami, menerima Rafif apa adanya, termasuk sifat kekanak-kanakannya yang sering kali membuatnya menghela napas panjang. Setiap kali dia menunjukkan sisi inner child-nya di saat-saat yang tak terduga, Zara tak bisa menahan diri untuk menyipitkan mata, menatapnya dengan ekspresi antara geli dan tidak percaya. "Kamu selalu bilang bisa menerima aku apa adanya, tapi tiap aku bersikap begini, ekspresimu langsung berubah," Rafif bersedekap, bibirnya mengerucut seakan protes. Zara mendesah pelan, menyilangkan tangan di dada. "Bagaimana tidak? Kadang kamu bisa bertingkah seperti anak kecil, bahkan di tempat umum," ucapnya, setengah gemas setengah tak habis pikir. Cinta mereka bukanlah kisah yang selalu berjalan mulus. Ia tumbuh dengan caranya sendiri-kadang seperti bunga liar yang mekar tanpa aturan, kadang seperti lukisan abstrak yang penuh warna namun sulit untuk didefinisikan. "Ambil sepatumu dan pakai, Rafif. Di tempat seperti ini pun kamu tetap saja menyusahkan," ujar Zara, matanya melirik ke arah kaki Rafif yang masih telanjang di lantai dingin. Rafif terkekeh kecil, tidak tergesa-gesa mengambil sepatunya. "Aku cuma menunggu kamu dulu sebelum pakai sepatu," katanya ringan. Zara menghela napas lagi. "Aku pergi sebentar beli makanan, bukan pergi selamanya," ia menyodorkan sesuatu pada Rafif. Sekejap mata Rafif berbinar begitu melihat apa yang ada di tangannya. "Wah! Es krim kesukaan kita! Aku mauu~" serunya penuh semangat, seperti anak kecil yang baru saja mendapatkan hadiah. IG/aqieff_bhlwn Tiktok/elsyaqief
You may also like
Slide 1 of 9
GENRENYA SALAH! (Tamat) cover
DREAM ✓ cover
Virtual distancing cover
Should I? [ʜʏᴜᴄᴋʀᴇɴ] ✔ cover
Another World: Become the Maid of the obsessed male lead cover
Kosan Malapetaka  cover
Don't call it love! cover
Not Me & Not Mine cover
BUNGA KEMBALI cover

GENRENYA SALAH! (Tamat)

41 parts Complete

Suamiku merupakan male lead dalam novel dewasa yang level kebenciannya patut dipertanyakan. Dia mapan, tampan, berkarisma, dan apa pun yang semua cewek inginkan ada dalam dirinya. Sekalipun pernikahan yang kujalani hanya hitam di atas putih, tidak ada bumbu romantisme sama sekali, tapi fasilitas nyonya besar yang kudapatkan darinya sungguh menggiurkan. Seharusnya aku senang dong? Kapan lagi bisa hidup nyaman, tidak perlu bekerja di bawah tekanan, dan menikmati kemewahan? Tidak semua orang bisa menjadi diriku. Salah. Dengan sangat menyesal kukatakan bahwa suamiku sebentar lagi akan menceraikanku. Berdasarkan novel dikisahkan dia menjebak female lead dalam hubungan satu malam, membalaskan dendam kepada semua cowok yang dulu merundungnya, memaksa female lead dalam asmara panas membara ekstra cabai, dan tidak segan menyingkirkan siapa pun yang berani menjadi penghalang. Siapa pun termasuk aku, si istri kontrak. Heol! Jangkrik! Oke, sekalipun sebentar lagi aku akan menjadi janda, takkan kubiarkan diriku melarat! Masa bodoh dengan pernikahan antara male lead dan female lead. Akan kucatat dan kuminta ganti rugi pernikahan.... "Sayang, kamu mau kabur ke mana?" "..." Male Lead, genrenya salah!