Serpihan Hati (END)

Serpihan Hati (END)

  • WpView
    Reads 618,169
  • WpVote
    Votes 22,317
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 7, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Saya mohon maaf, tidak ada kantong janin di rahim ibu. Jadi bisa dikatakan kalau ibu belum hamil" Aku meremas rok yang kukenakan saat dokter kandungan menyampaikan hal itu. Sedih dan takut jika keluarga besar suamiku menanyakan kehamilanku. Aku melihat ke arah suamiku. Seperti biasa, dia hanya diam dengan ekspresi wajah yang datar. Sudah tiga tahun ini kami berusaha mendapat momongan tapi selalu berakhir kegagalan. Ini adalah kesempatan terakhir bagi pernikahanku. Jika aku tidak bisa memberikan keturunan maka aku harus melepas Rajendra dengan dua pilihan, perceraian atau dimadu dengan wanita pilihan keluarganya.
All Rights Reserved
#477
kecewa
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Turun Ranjang
  • PAIN [TAMAT]
  • Be Mine [Terbit]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • ELEGI ASMARA
  • Semesta (offGun)
  • After Divorce (Selesai)
  • FAITH: My Second Marriage (Buku Ready)

"Kenapa kamu bisa yakin kalau kita akan bertemu lagi ?" "Karena kita pasti akan ketemu lagi ..." "Bagaimana kalau saat kita bertemu kamu sudah menikah? atau aku sudah menikah?" "Aku hanya akan menikah denganmu ...." "Sebegitu yakinnya aku akan menikah denganmu? lalu bagaimana kalau aku sudah menikah?" "Kamu pasti akan menikah denganku .." "Aku tidak yakin ...." "Berani taruhan?" "Apa taruhannya?" "Kalau kita menikah ... kamu boleh meminta apapun padaku .... dan aku akan mengabulkannya tapi tidak dengan 3 hal ...." "Apa itu ..." "Yang pertama ... tidak ada orang ketiga dalam bentuk apapun ... mau istri atau suami lainnya, kekasih atau apapun namanya ... Yang kedua ... tidak ada permintaan perceraian ... sampai maut memisahkan ... Yang ketiga .... tidak ada perpisahan ... dalam bentuk apapun ...." "Deal ..... aku hanya akan meminta 1 hal ..... tapi aku tidak tahu apakah kamu bisa mengabulkan atau tidak ..... tapi aku katakan saat ini juga ..." "Katakan sayang ... apa permintaanmu ..." "Kalau kita menikah .... aku hanya memintamu untuk membuatku hamil ...." "Bagaimana mungkin ... kamu laki - laki ..." "Sampai kita bertemu lagi ... dan sampai kita menikah ... pikirkan hal itu baik - baik ...... "

More details
WpActionLinkContent Guidelines