Serpihan Hati (END)

Serpihan Hati (END)

  • WpView
    Reads 618,299
  • WpVote
    Votes 22,317
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 7, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Saya mohon maaf, tidak ada kantong janin di rahim ibu. Jadi bisa dikatakan kalau ibu belum hamil" Aku meremas rok yang kukenakan saat dokter kandungan menyampaikan hal itu. Sedih dan takut jika keluarga besar suamiku menanyakan kehamilanku. Aku melihat ke arah suamiku. Seperti biasa, dia hanya diam dengan ekspresi wajah yang datar. Sudah tiga tahun ini kami berusaha mendapat momongan tapi selalu berakhir kegagalan. Ini adalah kesempatan terakhir bagi pernikahanku. Jika aku tidak bisa memberikan keturunan maka aku harus melepas Rajendra dengan dua pilihan, perceraian atau dimadu dengan wanita pilihan keluarganya.
All Rights Reserved
#115
getaran
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Mahaputra's Little Wifey (Revisi)
  • After Divorce (Selesai)
  • REGATHAN [END]
  • My Sweet Husband
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • PAIN [TAMAT]
  • FAITH: My Second Marriage (Buku Ready)

Sudah pernah dikejar-kejar om-om belum? Kalau bisa, jangan ya. "Kamu lebih pilih mana, merana melihat pria yang kamu cintai menikahi Kakakmu? Atau menikah dengan pria yang mati-matian mencintaimu?" Namun, dalam hidupku, aku enggak bisa menolak. Aku enggak punya opsi selain dinikahi Om Putra, walaupun aku enggak mencintai pria itu. Aku hanya ingin hidup tanpa terus berlinang air mata. "Bagaimana Dinda?" tanya Om Putra lagi. "Nikahi aku dan beri aku kebahagiaan."

More details
WpActionLinkContent Guidelines