Serpihan Hati (END)

Serpihan Hati (END)

  • WpView
    Reads 607,775
  • WpVote
    Votes 22,023
  • WpPart
    Parts 30
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Mar 7, 2024
"Saya mohon maaf, tidak ada kantong janin di rahim ibu. Jadi bisa dikatakan kalau ibu belum hamil" Aku meremas rok yang kukenakan saat dokter kandungan menyampaikan hal itu. Sedih dan takut jika keluarga besar suamiku menanyakan kehamilanku. Aku melihat ke arah suamiku. Seperti biasa, dia hanya diam dengan ekspresi wajah yang datar. Sudah tiga tahun ini kami berusaha mendapat momongan tapi selalu berakhir kegagalan. Ini adalah kesempatan terakhir bagi pernikahanku. Jika aku tidak bisa memberikan keturunan maka aku harus melepas Rajendra dengan dua pilihan, perceraian atau dimadu dengan wanita pilihan keluarganya.
All Rights Reserved
#4
madu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KAMU YANG KUSEBUT RUMAH (END-MASIH LENGKAP)
  • Mahaputra's Little Wifey (Revisi)
  • Istri Cadangan
  • After Divorce (Selesai)
  • REGATHAN [END]
  • My Sweet Husband
  • Suddenly Marriage
  • Semesta (offGun)
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan

Tak semua rumah terbuat dari dinding dan atap. Kadang, ia bernyawa, bernapas, dan mampu memeluk luka-luka yang tak terlihat. Arkana tak mencari cinta. Hasya tak berharap dicinta. Mereka dipertemukan oleh keadaan, disatukan oleh perjodohan, dan bertahan dalam sunyi yang tak pernah benar-benar nyaman. Tapi di balik semua itu, Hasya diam-diam menyebut satu nama sebagai rumah-meski rumah itu tak benar-benar menyadari arti kehadirannya . * * * Cover by pinterest

More details
WpActionLinkContent Guidelines