Serpihan Hati (END)

Serpihan Hati (END)

  • WpView
    Leituras 607,756
  • WpVote
    Votos 22,023
  • WpPart
    Capítulos 30
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização qui, mar 7, 2024
"Saya mohon maaf, tidak ada kantong janin di rahim ibu. Jadi bisa dikatakan kalau ibu belum hamil" Aku meremas rok yang kukenakan saat dokter kandungan menyampaikan hal itu. Sedih dan takut jika keluarga besar suamiku menanyakan kehamilanku. Aku melihat ke arah suamiku. Seperti biasa, dia hanya diam dengan ekspresi wajah yang datar. Sudah tiga tahun ini kami berusaha mendapat momongan tapi selalu berakhir kegagalan. Ini adalah kesempatan terakhir bagi pernikahanku. Jika aku tidak bisa memberikan keturunan maka aku harus melepas Rajendra dengan dua pilihan, perceraian atau dimadu dengan wanita pilihan keluarganya.
Todos os Direitos Reservados
#4
madu
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Turun Ranjang
  • Angel To Raya (END)
  • After Divorce (Selesai)
  • PAIN [TAMAT]
  • REGATHAN [END]
  • Rumah Sepasang Luka ✓
  • Bersemi Di Ujung Perpisahan
  • My Sweet Husband
  • Best Of Name (END)

"Kenapa kamu bisa yakin kalau kita akan bertemu lagi ?" "Karena kita pasti akan ketemu lagi ..." "Bagaimana kalau saat kita bertemu kamu sudah menikah? atau aku sudah menikah?" "Aku hanya akan menikah denganmu ...." "Sebegitu yakinnya aku akan menikah denganmu? lalu bagaimana kalau aku sudah menikah?" "Kamu pasti akan menikah denganku .." "Aku tidak yakin ...." "Berani taruhan?" "Apa taruhannya?" "Kalau kita menikah ... kamu boleh meminta apapun padaku .... dan aku akan mengabulkannya tapi tidak dengan 3 hal ...." "Apa itu ..." "Yang pertama ... tidak ada orang ketiga dalam bentuk apapun ... mau istri atau suami lainnya, kekasih atau apapun namanya ... Yang kedua ... tidak ada permintaan perceraian ... sampai maut memisahkan ... Yang ketiga .... tidak ada perpisahan ... dalam bentuk apapun ...." "Deal ..... aku hanya akan meminta 1 hal ..... tapi aku tidak tahu apakah kamu bisa mengabulkan atau tidak ..... tapi aku katakan saat ini juga ..." "Katakan sayang ... apa permintaanmu ..." "Kalau kita menikah .... aku hanya memintamu untuk membuatku hamil ...." "Bagaimana mungkin ... kamu laki - laki ..." "Sampai kita bertemu lagi ... dan sampai kita menikah ... pikirkan hal itu baik - baik ...... "

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo