ANDENDRO

ANDENDRO

  • WpView
    Reads 670
  • WpVote
    Votes 401
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Mar 15, 2024
Dia Saziya Abella Audellian, gadis yang ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya. Kini, ia diasuh oleh Sang nenek yang telah berumur 85 tahun. Mungkin semua orang dapat menyimpulkan bahwa Abella atau yang kerap dipanggil Bella itu gadis aneh, lantara beberapa orang sering melihatnya berbicara dengan pohon yang tak lain pohon kesayangannya andendro. "Pohon ini ditanam nenek saat aku lahir, jadi siapapun jangan ada yang berani menebangnya! atau malapetaka menimpa kalian semua!" Tanpa semuanya sadari, Bella adalah anak yang mata batinnya telah terbuka semenjak umur 6 tahun. Hari terus berganti, Bulan terus berganti, sampai dimana Bella hilang dari kawasan pedesaan tempat ia tinggal. "Saya akan menutup mata batin gadis ini, dan kalian semua, bantu saya untuk menebang segera pohon itu, nyawanya dalam bahaya." ~ Ustad Ali ~ "Hai sazi, kamu gadis yang kuat yang pernah aku temuin. Sekarang kamu pasti udah bahagia kan sama nenek kamu?" ~ Jema Sazali ~ Perhatian!!!! Setiap nama, latar, tempat, penokohan dan lain sebagainya itu hasil pemikiran saya sendiri. Jika ada kesamaan mohon maaf sebesar besarnya, itu hanya ketidaksengajaan. Hargai saya, dengan tidak memplagiat cerita saya. Sekian terimakasih Feedback? Chat aku
All Rights Reserved
#83
matabatin
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ALEENA'S LIFE
  • The Baby's Contract✓
  • MY BAD HUSBAND ✓ (E N D)
  • Epiphany - Lee Jeno [SELESAI-REVISI]
  • Mas Angga✔️
  • Cakra's Last Embrace. | End |
  • ALEYA~~
  • Seperti Tulang [SUDAH TERBIT]
  • Dia Atau Ayahnya
  • Mamah muda 2-3 Delchik

Keluarga adalah rumah. Begitu menurut kebanyakan orang, ia bisa menjadi tempat bernaung dikala hati dan pikiran penuh dengan hiruk pikuk penatnya kehidupan dunia luar. Tempat dimana bisa membuat suasana diri menjadi damai terkendali. Tapi tidak menurut Aleena Afrilya Putri, gadis remaja yang baru memasuki usia 17 tahun. Ia mendefinisikan keluarga sebagai sebuah ketakutan dan trauma. Dengan usia yang masih belia. Ia telah menelan pahitnya kehidupan. Keluarga utuh yang pernah ia rasakan pada masa itu, kini hilang arah. Rumah yang seharusnya sebagai tempat bernaung, tempat ia merasa aman dan terlindungi kini telah sirna. Akankah ia sempurna meniti tangga kehidupannya ?

More details
WpActionLinkContent Guidelines