Rumah No.23

Rumah No.23

  • WpView
    Reads 601
  • WpVote
    Votes 49
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 30, 2024
Ting! Tong! Rumah no.23 menjadi saksi tentang keharmonisan dan kehangatan tujuh anak saling melengkapi tanpa kejelasan orang tua yang entah berantah kemana, bahkan sebagian dari mereka mengorbankan masa sekolahnya hanya untuk menghidupi saudara-saudaranya yang lain. Rumah no.23 menjadi saksi atas pengorbanan mereka untuk bahu membahu menjaga keluarga kecil mereka agar tetap bersama. Dapatkah mereka mempertahankan keutuhan keluarga kecil mereka dengan tanpa kejelasan orang tua? *** "Masa ada ibu-ibu ngomong kita bukan saudara cuma gara-gara wajah kita gak mirip" adu Aziz dengan nada yang sedikit julid dan tidak terima. "Ohh...pantes kemaren gua juga diomong gini 'gak nongkrong mas?' Gitu, pas gua lagi diwarung sebelah" kata Chandra "Aduhh...sampe dibilang tokrongan" Novan menepuk dahi, tidak percaya. "Parah...parah" Aksa menimpali sembari geleng geleng kepala. "Agak miris dengernya, haha" Marsen tertawa hambar, ternyata begini rasanya tidak memiliki kejelasan keluarga begitu pula dengan orang tua. -Kita adalah 7 bintang hebat yang ditempa kuat oleh semesta
All Rights Reserved
#169
smtown
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Empty | 00L NCT Dream
  • BINTANG AKSENA (End) ✓
  • 7 Lentera Nenek [NCT Dream]
  • Arshaka Heizen Lergan
  • Renjana [COMPLETED]
  • Jung Family 8 Generation of Abelard Jaehyun |Jeno | Mark | Junghwan |  ft Noren
  • LAKUNA
  • Kemana Arah Pulang?
  • YATRAGATA (ON GOING)
  • Perihal Sandwich(End)

Di panti asuhan adalah hal yang bahagia untuk mereka. Byan yang tidak tau keberadaan kedua orang tuanya dan hanya di nafkahi oleh kakek dan neneknya yang sedang mengurus perusahaan di luar kota bahkan luar negeri, Arlen yang jarang bisa merasakan kehangatannya sebuah keluarga dan hanya bisa merasakannya saat runtuh atau berhasil, Galih yang merupakan anak dari ibu dan bapak dari panti asuhan dan merupakan anak tunggal, dan yang terakhir adalah Juna yang tidak tau arti kehangatan keluarga sebenarnya itu apa. Punya banyak teman, punya adik-adik asuh, juga bertemu dengan banyak orang tua yang terpaksa menitipkan anaknya ke panti untuk urusan di luar kota bahkan ada yang sampai di luar negara. Bagi Byan, bertemu dengan teman-temannya adalah keberkahan sesungguhnya. Kalau ada yang mau merawatnya pun, dia tak butuh. yang di butuhkan adalah tiga sahabat nya. Mereka sudah saling bergantung satu sama lain. Bahkan kalau bisa, Byan menyerahkan hidupnya demi kebahagiaan sahabatnya. "Sahabat gue harus tau rasanya kebahagiaan." -Byan "Kita itu satu. Kita tetap kita. Empat tetap empat. Ga kurang, ga lebih." -Arlen "Yang gue butuh itu kalian. Gue butuhnya kalian. Selain kalian, ga ada lagi!" -Galih "Dari kecil bareng, sedih bareng, main bareng, nangis pun bareng. Makan aja kadang bareng. Kalau mati? gue sendiri aja. Lo semua bahagia aja dulu, ya?" -Juna [100% FICTION] [Friendship] [Harsh words]

More details
WpActionLinkContent Guidelines