ada seorang anak kanglomerat yang bernama mikage reo bisa di bilang reo adalah anak terkaya di jepang nomor 2, reo adalah anak yang selalu di tuntut oleh orang tuanya akan nilai...
reo: KENAPA HARUS AKU MA??!!
mama:reo dengarkan mama dulu
reo: reo nggak mau jadi pewaris perusahaan ma..
kenapa tidak kakak saja?
plakk!!
papa: reo menurutlah jangan membantah apa kata orang tua!!!!
reo meringis kesakitan akibat tamparan ayahnya
reo: kenapa pa kenapa nggak kakak aja?? kenapa harus aku!!!
papa: kau sudah mulai berani melawan kamu reo jadi anak!!!
skip
sorenya..
reo mendapat cambukan di seluruh tubuhnya, dia selalu bertanya kenapa kakaknya lebih di sayang ketimbang dirinya?? apa prestasinya kurang memuaskan bagi orang tunya...
taman...
di sini adalah tempat di mana reo menghilangkan stress di sana reo melihat seorang berpakaian hoodie berambut putih sedang memberi makan burung. reo sedikit tertarik pada orang itu apa yang dia lakukan membuat dirinya begitu penasaran mencoba menghampiri orang tersebut...
reo: aku baru pertama kali melihatmu apa dirimu baru pindah di sini?
orang itu melihat ke arah reo dan mengangguk
reo: namaku mikage reo salam kenal[ tersenyum]( si reo mencoba sok as plakk)
???: n namaku n nagi seisiro
reo:namamu bagus
nagi: terima kasih
karakter
nagi seisiro
mikage reo
mikage ( papa reo)
meira ( ibu reo)
reko ( kakak reo)
dll
ceritanya mengandung syedikit bawang
Mayor Teddy menyebut Diajeng Serena sebagai Ratu 1001 Modus. Dua tahun terakhir menjalin hubungan tanpa status tak membuat Teddy menjawab soal kepastian.
Lewat tuts piano setelah pertengkaran mereka kala itu, Serena menyuarakan perasaannya. Tentang sakitnya, tentang kecewa dan tentang ikhlasnya.
Serena pernah meminta Teddy mempersembahkan satu lagu untuknya yang ia abaikan, tapi kala itu tanpa diminta Teddy menekan tuts piano demi Serena.