undefined.

undefined.

  • WpView
    Reads 591
  • WpVote
    Votes 80
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Jul 6, 2024
Seseorang sering mengucapkan "seharusnya" jika mereka menyesali sesuatu yang terlambat. Atau juga sering digunakan sebagai penyesalan yang datang di akhir. Karena pikiran manusia selalu bercabang dan memikirkan kemungkinan. Banyaknya diantara kemungkinan itu, membuat orang berpikir jika kemungkinan itu benar benar terjadi dalam dunia paralel yang berbeda. Namun apakah dunia paralel ada? Entahlah. Tapi jika ada, mungkin kelima pemuda yang menikmati waktu mereka di vila sebelumnya itu akan mulai mengoceh tentang perandaian mereka. 'Seharusnya dia tidak membenci Rega dan dirinya sendiri' 'Seharusnya dia mengetahui batasan dirinya dan menganggap uang bukanlah segalanya' 'Seharusnya dia mengetahuinya. Tau tentang kesalahannya dengan Gilang, Haikal, Tian, Dimas dan dirinya sendiri' 'Seharusnya dia tidak ikut campur dengan masalah orang' 'Seharusnya dia tidak memiliki teman' Seseorang berbisik mengatakan dunia paralel ada, namun bisikan lain mengatakan tidak. Bukankah itu hanya kemungkinan kemungkinan yang muncul akibat khayalan fantasi manusia? "Pikiran manusia sungguh mengerikan," ujar seorang manusia.
All Rights Reserved
#665
hueningkai
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Chains of Devotion (WonJay)
  • [Spesial Book] Boy From Wonderland [TXT - Yeonjun]
  • Happy Ending?
  • Love that is hard to express
  • He's the Villain
  • LABYRINTH OF MAGIC [√]
  • Our Little Journey
  • Forbidden Devotion S1 (NikWon)
  • NOESIS [END]
  • what if? (END)

Jay selalu hidup dengan aturan tertib, terstruktur, dan selalu menjaga jarak dari hal-hal yang bisa mengguncang dunianya. Namun, semuanya berubah ketika Jungwon, pria dengan aura dominasi yang tak terbantahkan, mulai mendekatinya dengan cara yang tak bisa diabaikan. Jungwon bukan hanya seseorang yang karismatik, tetapi juga seseorang yang memahami kelemahan Jay lebih dari yang ia sadari. Setiap tatapan, setiap perintah halus, perlahan membuat Jay terperangkap dalam permainan yang tidak ia pahami, tetapi diam-diam ia inginkan. Di antara bisikan keinginan dan batasan yang perlahan memudar, Jay harus memilih tetap berpegang pada kendali yang selama ini ia pertahankan atau menyerahkan dirinya pada Jungwon, pria yang mampu membangkitkan sisi tersembunyi dalam dirinya. Dengan kehadiran Heeseung, Jake, Sunghoon, Sunoo, dan Ni-Ki yang turut menyaksikan hubungan mereka berkembang, perjalanan Jay dan Jungwon menjadi lebih dari sekadar tarik-ulur. Ini adalah kisah tentang penyerahan, kekuasaan, dan batas-batas yang siap dilebur. Namun, pertanyaannya adalah... Seberapa jauh Jay akan membiarkan dirinya jatuh?

More details
WpActionLinkContent Guidelines