Sumpah Sang Mantan (Tamat)

Sumpah Sang Mantan (Tamat)

  • WpView
    Reads 3,944
  • WpVote
    Votes 231
  • WpPart
    Parts 36
WpMetadataReadComplete Sat, Feb 8, 20253h 47m
WpInfo
Fiction
Romance
Ezra Valentino, si jagoan yang dijuluki "penakluk hati wanita." Tidak heran, dia memiliki keahlian membuat wanita jatuh hati. Namun, reputasi buruknya mengejarnya ketika salah satu mantannya, Keira, merasa terluka dan mengutuknya dengan keras. Keira yang baru mengalami kisah cinta pertamanya merasa marah bahwa Ezra memanfaatkannya. Dia bersumpah untuk membuat Ezra merasakan apa yang dirasakannya. "Gue sumpahin lo, Ezra Valentino, lo bakal ngerasain apa yang gue rasain!" teriak Keira dengan muka merah karena marah yang berapi-api. "Kok gitu sih? Gue gak akan ngerasain apa-apa kecuali kalo gue jadi cewek," kata Ezra bercanda. "Ya udah, gue sumpahin lo jadi cewek!" Keesokan harinya, Ezra terkejut ketika tiba-tiba ia terbangun menjadi seorang wanita. "TIDAAAAAKKK!" Sekarang, setelah Ezra menjadi wanita, apakah dia akhirnya akan memahami betapa sakitnya hati yang dirusaknya dan bertobat? Ataukah dia akan tetap menjadi penakluk hati wanita yang sama meskipun mengalami kesulitan ini?
All Rights Reserved
#463
masalalu
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • KITA
  • The Journey of Love and Friendship
  • 𝐌𝐫𝐬.𝐑𝐢𝐲𝐲𝐚𝐝𝐡 𝐙𝐚𝐲𝐲𝐡𝐝𝐢𝐭𝐡 : 𝐇𝐢𝐬 𝐋𝐞𝐠𝐚𝐥 𝐖𝐢𝐟𝐞 [✓]
  • Eyes Contact [Jefri Nichol]
  • Milik Tuan Megat [𝒞 ]
  • Bumi
  • SAKITI AKU! [ ✅ COMPLETED ]
  • TAKDIR DUA RAHSIA [OG]
KITA

Adam, Aku merindukanmu. Sangat, sebenarnya. Aku tahu, harusnya aku tidak lagi menganggapmu pernah hadir dalam hidupku. Apalagi merindukanmu. Setelah apa yang sudah kau lakukan padaku hari itu. Atau mungkin yang kau dan aku lakukan hari itu. Tanpa pernah kau dan aku sangka sebelumnya. Sangat-sangat memalukan. Tapi... ya, aku tidak bisa membohongi perasaanku untuk yang satu itu. Tidak peduli seberapa keras aku berusaha untuk membencimu. Aku tetap memikirkanmu, mengkhawatirkanmu, dan merindukanmu sepanjang waktu. Aku harap ini bukan cinta yang pernah kau dan aku bicarakan saat kau mengajakku bolos hari itu. Meski pun sebagian dari diriku menyuruhku untuk melepaskan egoku untuk sebentar saja dan berhenti menyangkalnya. Aku harap kau tahu apa yang sedang aku coba sampaikan padamu lewat surat ini. Aku harap aku bisa membencimu seperti kakak perempuanku membenciku lebih dari dia membenci jutaan ekor kecoa. Hiperbola, aku tahu itu. Aku harap aku bisa bertemu denganmu dalam waktu dekat ini. Temanmu, Novelian

More details
WpActionLinkContent Guidelines