Dari Sanna

Dari Sanna

  • WpView
    Reads 231
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Oct 26, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
"Tiga tahun bukan waktu yang sebentar. Dan kita juga nggak tau apa yang terjadi setelah tiga tahun. Mungkin kita udah nggak bisa kesini setiap hari lagi. Memandang langit malam kaya gini lagi. Dan berkumpul tanpa harus janjian jauh-jauh hari lagi kaya gini. Tapi .. di tiga tahun itu, gue harap.. kita masih berteman. Bahkan nggak hanya tiga tahun. Hingga lima tahun, sepuluh tahun, dua puluh tahun, Lima puluh tahun dan untuk tahun-tahun selanjutnya... Kita akan selalu jadi teman." Dev mengakhiri jawabannya dengan sebuah senyum. Namun ternyata.. Tiga tahun kemudian.. Ikatan pertemanan itu dihancurkan. Oleh seseorang... diantara lima remaja itu sendiri. Sanna, Mita, Dev, Gio dan Rakha. Ada penghianat diantara mereka.
All Rights Reserved
#360
clbk
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Transmigrasi Ziora
  • GHAIKA (REVISI)
  • EVANESCENT (HIATUS)
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • Tsundere Maniak Susu
  • I'm Not Just a Figuran
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain [END]

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

More details
WpActionLinkContent Guidelines