My Heart's Beloved: Ava

My Heart's Beloved: Ava

  • WpView
    Reads 7
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jan 30, 2024
"Berhenti bertingkah, sekarang umur mu sudah mendekati 20 tahun. Pergi pantau keadaan, sekalian culik nelayan tampan untuk kau nikahi" Ava menatap lesu kearah baba yang saat ini menatap nya tegas. "Ayolah baba. Aku tidak ingin Menikah dan itu tidak akan membuat pulau kita hancur" ucap ava santai sambil mengelus bulu rubah api dengan surai nya yang berwarna merah api yang bergelung manja dipangkuan ava. "Kuharap kau tidak lupa dengan ramalan ku beberapa hari yang lalu, ava." Ucap nya menghela nafas pelan. "Tapi apa harus dengan menikah? Kita bisa melawan mereka yang ingin menghancurkan pulau kita siapapun itu. Kita selalu menang melawan mereka para penjajah. baba" ucap ava sedikit kesal dengan takdir nya. "Cinta bisa mengalahkan segalanya, benci karna cinta , pengkhianat dan rasa sakit yang diderita manusia disaat dilanda cinta membuat seseorang memiliki kekuatan yang tak bisa dihentikan dan membuat orang itu menjadi gila, cinta bisa menjadi malapetaka dan kebahagiaan tiada Tara"
All Rights Reserved
#157
ava
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Istri Cadangan
  • Moodbooster Ku [REVISI]
  • Setelah Menikah
  • The Unwritten Rule [21+]
  • ALGRAVANO
  • Narasi patah hati
  • ARKASYA
  • Saat Janji Menjadi Luka (OnGoing)
  • Ataxaria [ completed]

(SUDAH DITERBITKAN) "Ibra aku punya syarat kalau kamu mau menikah denganku. Aku nggak mau hamil, aku masih mau melanjutkan karierku dulu, karena saat ini waktu yang tepat untuk berjuang mengejar impianku. Tapi, jangan kecewa dulu! Aku punya solusi yang mungkin bisa kamu pertimbangkan. Kamu diharuskan menikah secepatnya karena keluargamu menginginkan keturunan darimu, kan? Aku mempersilakan kamu memiliki buah hati dengan wanita lain. Dengan satu syarat, aku yang memilihkan wanita itu. Dan kabar gembiranya lagi, aku sudah mempunyai calon untukmu. Dia sepupuku, wajahnya mirip denganku." "Lalu ... kamu mau dia yang hamil seolah anak itu hasil buah cinta kita?" "Iya, bisa dibilang seperti itu. Kamu tenang saja, sampai dia hamil aku akan berada di luar negeri menyelesaikan pekerjaanku. Setelah dia melahirkan, maka perjanjian kita dengannya selesai." "Kalian gila! Lalu, selama dia hamil dia akan ada di mana? Kamu tidak akan meninggalkannya sendirian, kan? Demi Tuhan, Ris, ada anakku di dalam sana nantinya." "Dia akan ada di apartemenku. Kamu tenang saja, dia wanita yang mandiri. Kalau kamu mau mengajaknya tinggal di rumahmu aku tidak masalah selama tidak ketahuan orang." "Baiklah, asal kamu mau menikah denganku." "Tapi, satu hal permintaannya yang harus kita turuti." "Ya?" "Dia mau ... kamu juga menikahinya sebagai istri keduamu." "Apa?"

More details
WpActionLinkContent Guidelines