Fotografer Cinta

Fotografer Cinta

  • WpView
    MGA BUMASA 434
  • WpVote
    Mga Boto 32
  • WpPart
    Mga Parte 8
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeHuling na-publish Sat, Jan 6, 2024
"Apa itu?" "Ini hadiah dariku buat kamu" "Memang isinya apa?" "Kamera" Ini adalah tentang seorang laki laki yang begitu mencintai kamera miliknya. Dia adalah seorang fotografer yang handal. Sering kali dia diundang dalam acara acara besar untuk mengabadikan momen disana. Namun, siapa sangka suatu hari dia menemukan gadis yang menarik perhatiannya. Seorang gadis pendek yang seusia adiknya yang tengah ribut bersama temannya. Disitulah awal kisah dimulai
All Rights Reserved
#290
fotografer
WpChevronRight
Sumali sa pinakamalaking komunidad ng pagkukuwentoMakakuha ng personalized na mga rekomendasyon ng kuwento, i-save ang iyong mga paborito sa iyong library, at magkomento at bumoto para lumago ang iyong komunidad.
Illustration

Magugustuhan mo rin ang

  • GAIRAH CINTA HOT DUDA (TAMAT)
  • Home (Completed) (Repost)
  • Falling for You - TERBIT
  • Sailing With You [END]
  • DENDAM SANG CEO (TAMAT)
  • Office Hours Affair (Sudah Terbit)
  • Apalah Arti Menunggu Part 1
  • 2 Hours Later (End)
  • YES, BOSS ! (SELESAI)

"Iya sih, enggak penting juga. Enggak ada hubungan juga sama gue, cukup tahu aja," Mince mengambil tisu lalu mengusap air mata dan terkekeh. Ia hanyalah sebagian keryawan kecil di sini. "Udah jangan sedih lagi, nanti nyokap lo tambah sedih liat lo kayak gini," "Iya sih," "Makan yuk, udah jam 12 nih, gue laper," Dina menenangkan Mince. Mince menarik nafas menatap form form yang ada di atas meja, "Tapi kerjaan gue banyak," "Udahlah dikerjain nanti aja, lo harus makan dulu biar kuat," "Kuat ngapain?," "Kuat bercinta," timpal Dina. "Itu sih lo, bukan gue," Seketika Dina tertawa ia melirik Mince berdiri di sampingnya, "Bercinta itu asyik tau," "Ya asyiklah, kalau enggak asyik orang enggak mungkin bela-belain bulan madu sampai ke ujung dunia demi buat anak banyak-banyak," ucap Mince asal, melangkah keluar dari office. "Emang lo pernah ngerasain?," "Enggak," "Nanti kalau udah punya pacar dicoba aja," "Ogah," "Enak tau," "Ih apaan sih lo," "Gue pernah coba sama pacar gue, rasanya enak," "Ih ...," "Makanya cari cowok, biar bisa enak-enak," "Ih Dina !, lo apa-apaan sih cerita ginian," "Biar lo tau lah," "Asemmm," Tawa Dina kembali pecah, mereka berjalan menuju EDR. Ia senang melihat Mince kembali tertawa. Ia tahu bahwa wanita cantik ini begitu menyayangi ibunya lebih dari apapun. Sehingga rela menjual barang berharga miliknya demi pengobatan sang bunda. Ia sengaja berbicara seperti ini demi melihat tawa Mince.

Karagdagang detalye
WpActionLinkMga Alituntunin ng Nilalaman