EPHEMERAL

EPHEMERAL

  • WpView
    Reads 30
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Dec 24, 2023
WpInfo
Fiction
Romance
"Aku mengisahkan ini untuk dia yang pantas menyandang kata 'Sempurna.' Terimakasih telah abadi dalam setiap memori." - D *** "Cita-cita kamu apa sih sebenernya? Kayanya semua hal kamu bisa." "Dulu sih pengen jadi enterpreneur, tapi itu dulu." "Kalau sekarang, apa?" Mata legam itu menatap Diva dengan tatapan dalam, lalu sebuah senyum simpul terulas disana. Wajahnya mendekat, mengikis jarak antara mereka berdua. "Nikahin kamu." *** "Kamu bakal ada deket aku terus kan?" "Iya, bahkan sampai aku jadi debu sekalipun, aku bakal disamping kamu." *** Siapa sangka, saat Diva tengah mengalami kesibukan akademik, dan berorganisasi, seorang pria hadir menawarkan pundak dan telinga agar ia bisa rehat. Tentu saja Diva tak bisa menolak penawaran itu tatkala peluh dan keluh senantiasa menghampiri. Hingga ia lupa, bahwa manusia tak pernah ada yang bisa selamanya. *** Enjoy the stories!
All Rights Reserved
#157
sempurna
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Secangkir Tawa, Sebotol Air Mata
  • BAD GOOD FATHER (END)
  • VAGALDARA [TERBIT]
  • GIFA
  • AMERTA : The Last Embrace
  • Bad Boys VS pembasmi playboy [Compeleted]
  • RUBY ZOE
  • Luka Pilu Sang Arutala (END)
  • GRIZELLE [Completed]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia, gadis dengan senyum selebar cakrawala, yang tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur,"

More details
WpActionLinkContent Guidelines