Story cover for EPHEMERAL by Kansy_kim
EPHEMERAL
  • WpView
    LECTURES 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
  • WpView
    LECTURES 29
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Chapitres 1
En cours d'écriture, Publié initialement déc. 24, 2023
"Aku mengisahkan ini untuk dia yang pantas menyandang kata 'Sempurna.' Terimakasih telah abadi dalam setiap memori." - D

***

"Cita-cita kamu apa sih sebenernya? Kayanya semua hal kamu bisa."

"Dulu sih pengen jadi enterpreneur, tapi itu dulu."

"Kalau sekarang, apa?"

Mata legam itu menatap Diva dengan tatapan dalam, lalu sebuah senyum simpul terulas disana. Wajahnya mendekat, mengikis jarak antara mereka berdua.

"Nikahin kamu."

***

"Kamu bakal ada deket aku terus kan?"

"Iya, bahkan sampai aku jadi debu sekalipun, aku bakal disamping kamu."

***

Siapa sangka, saat Diva tengah mengalami kesibukan akademik, dan berorganisasi, seorang pria hadir menawarkan pundak dan telinga agar ia bisa rehat. Tentu saja Diva tak bisa menolak penawaran itu tatkala peluh dan keluh senantiasa menghampiri. Hingga ia lupa, bahwa manusia tak pernah ada yang bisa selamanya.

***

Enjoy the stories!
Tous Droits Réservés
Table des matières

1 chapitre

Inscrivez-vous pour ajouter EPHEMERAL à votre bibliothèque et recevoir les mises à jour
ou
#656sick
Directives de Contenu
Vous aimerez aussi
Vous aimerez aussi
Slide 1 of 10
Keano cover
Di Antara Tawa dan Tragedi  cover
My Bricks cover
Maaf, Dara. cover
BAD GOOD FATHER (END) cover
Assalamu'alaikum Paris 2 [ End ] cover
GIFA cover
VAGALDARA [TERBIT] cover
Marsella (1) cover
Luka Pilu Sang Arutala (END) cover

Keano

20 chapitres Terminé

[ COMPLETED ] "Della." Della membalikan tubuhnya dan melihat kearah suara yang memanggilnya tapi dia tidak menemukan siapapun disana. "Gue disini." Della tersentak kaget saat menyadari pemilik suara itu dan saat ini pemilik suara itu ada dihadapannya. Della menelan ludahnya dengan susah payah. "Kak Ken?" Lelaki dihadapannya hanya tersenyum sambil menatap lurus mata Della. "Lo jangan terlalu menyayangi seseorang apalagi lo gak pernah tau bagaimana perasaan orang yang lo sayangi itu." Della masih diam dengan segala kebingungannya saat ini. "Mak-maksud..lo?" Sekali lagi Ken tersenyum dan menepuk lembut pundak Della. "Jangan bodoh hanya karena lo terlalu cinta sama orang." *** Seiring berjalannya waktu perasaan itu semakin tidak bisa aku kuasai. Perasaanku sudah menguasai diriku. Tidak pernah aku menyadari satu hal bahwa aku ingin memilikimu aku selalu mengharapkanmu. Tapi aku sadar memilikimu hanyalah angan semata. *** Mungkin bagi dia aku bukanlah siapa-siapa. Tapi bagiku dia adalah sosok yang begitu sempurna. Dia adalah cowok yang berbeda, sejak pertama kali aku melihatnya aku sudah dibuat kagum dengan sikap ramahnya. Apa yang kalian pikirkan ketika mendengar cinta pada pandangan pertama?