Namamu tertulis dalam luka, di nadi takdir yang penuh rahasia. Kulindungi dalam cinta, di tengah dendam yang menyiksa. Di balik indahnya persahabatan, tersimpan perih dalam diam. Perjalanan jiwa yang lahir dari duka, menapaki jejak yang kelam. Demi mereka yang dicinta, walau hati sendiri terluka. Di balik senyum ada rahasia, di antara peluk, terselip cela. Janji menjadi dusta, dan setia ditukar tawa yang pura-pura. Haruskah hati tetap percaya, atau musnah bersama cerita yang sia-sia? Masa lalu sama dengan panggung kebohongan, Dunia yang dibangun di atas kehancuran. Berhias cahaya yang menipu pandangan, hanya untuk runtuh oleh pengkhianatan. Bukan dari musuh yang terlihat, tapi dari tangan yang dulu menggenggam erat. Namamu, adalah awal dan akhir dari segalanya. Sebuah nama rahasia, luka, dan kehancuran yang tak terelakkan adanya. Saat semua dusta sirna, dan nestapa kehilangan suara, Namamulah yang kupeluk dalam doa. Kau nadi dalam kisah yang tak pernah berakhir.
More details