Setelah Hari Itu

Setelah Hari Itu

  • WpView
    Membaca 4,253
  • WpVote
    Vote 1,224
  • WpPart
    Bab 38
WpMetadataReadLengkap Sen, Feb 19, 2024
WpInfo
Fiksi
Romansa
[Follow sebelum membaca] Setelah hari itu, mereka berjalan di jalan masing-masing yang tak lagi sama. Aruna dengan segala mimpinya, dan Dehan dengan dunianya. Semuanya sudah berbeda. Apa artinya dunia jika tak dapat menikmati indahnya. Kepada siapa pula Dehan harus mempersembahkan dunianya jika separuhnya saja ia tinggalkan. Lalu, bagaimana dengan sebagian mimpi Aruna yang dengan terpaksa harus ia relakan. Mimpi yang tersusun rapi di atas mimpi mimpi besarnya, dihempaskan begitu saja oleh detik-detik yang terus melangkah maju. Namun, bukankah hidup memang seperti itu? Ada yang harus diperjuangkan, ada pula yang harus direlakan. Pada akhirnya, bahagia akan menemukan waktunya sendiri. Dan seseorang yang pernah hadir di cerita kehidupan, dia ditakdirkan menjadi bagian dari proses menuju bahagia, meski dalam proses itu air mata turut menemani dan bahagia seakan enggan untuk hadir. Dan apapun yang pernah ada di setiap proses itu, tak harus selamanya menetap dan menjadi milikmu, bukankah di dunia ini tak ada yang benar-benar dimiliki secara utuh?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#559
aruna
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Evanescent [END]✓
  • Trilogi-Aku dan Waktuku (On Going)
  • Wanodya
  • REWRITTEN | END
  • She, ADARA QIANA
  • Apa Itu Cinta? (Completed)
  • AURORA
  • Waktu?

Dua pejuang terkuat adalah kesabaran dan waktu. (BELUM REVISI) ~•~ Katanya, waktu bisa menyembuhkan segalanya. Tapi bagi sebagian orang, waktu hanya membuat luka belajar berdiam lebih dalam. Di antara pertemuan geng Renoir dan Otakata, waktu seolah sedang menulis sesuatu yang tak bisa dihindari. Rahasia masa kecil yang terkubur akhirnya muncul, membawa Ola kembali pada sesak yang lama ia pura-pura lupakan. Dunia di sekitarnya pun terasa kian sempit, penuh orang yang menukar kasih dengan harta, dan keluarga yang menuntut balas budi seolah cinta punya harga. "Katamu, semakin kamu menyayangi seseorang, semakin kamu ingin bersembunyi darinya. Sekarang aku mengerti," bisiknya lirih. "Aku menyesal ... menyesal karena tidak pernah benar-benar memahamimu." Dan di bawah langit yang bisu, hanya kata maaf yang tersisa, sebab semuanya sudah terlambat, tenggelam bersama waktu yang tak pernah memihak.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan