Setelah Hari Itu

Setelah Hari Itu

  • WpView
    Membaca 4,236
  • WpVote
    Vote 1,224
  • WpPart
    Bab 38
WpMetadataReadLengkap Sen, Feb 19, 2024
[Follow sebelum membaca] Setelah hari itu, mereka berjalan di jalan masing-masing yang tak lagi sama. Aruna dengan segala mimpinya, dan Dehan dengan dunianya. Semuanya sudah berbeda. Apa artinya dunia jika tak dapat menikmati indahnya. Kepada siapa pula Dehan harus mempersembahkan dunianya jika separuhnya saja ia tinggalkan. Lalu, bagaimana dengan sebagian mimpi Aruna yang dengan terpaksa harus ia relakan. Mimpi yang tersusun rapi di atas mimpi mimpi besarnya, dihempaskan begitu saja oleh detik-detik yang terus melangkah maju. Namun, bukankah hidup memang seperti itu? Ada yang harus diperjuangkan, ada pula yang harus direlakan. Pada akhirnya, bahagia akan menemukan waktunya sendiri. Dan seseorang yang pernah hadir di cerita kehidupan, dia ditakdirkan menjadi bagian dari proses menuju bahagia, meski dalam proses itu air mata turut menemani dan bahagia seakan enggan untuk hadir. Dan apapun yang pernah ada di setiap proses itu, tak harus selamanya menetap dan menjadi milikmu, bukankah di dunia ini tak ada yang benar-benar dimiliki secara utuh?
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#314
waktu
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Wanodya
  • US AND LAKE COMO ITALY [ON GOING]
  • Waktu?
  • TRANSMIGRASI ICE GIRL [END]
  • Senja Kaylara [ END ]
  • T I M E
  • Alshana
  • Evanescent [END]✓
  • Trilogi-Aku dan Waktuku (On Going)
  • BAYANGAN YANG TAK PERNAH JADI KITA!
Wanodya

Bagi Anara, Aruna itu luar biasa. Baik parasnya, bakatnya, maupun sikapnya itu melebihi kriteria sangat baik. Aruna itu nyaris sempurna, punya banyak hal yang ia tidak punya. Terlalu berat untuk menjadi seperti Aruna. Bagi Aruna, ia terlalu lemah untuk menjadi seperti Anara. Anara dengan medali emasnya, Anara dengan nilai fisikanya, juga Anara dan senyum lebarnya. Mustahil bagi Aruna menjadi spesial seperti Anara. Bagi Anara dan Aruna, mereka adalah dua kutub berbeda yang saling terhubung. Mereka percaya dua benda berbeda tidak diciptakan untuk fungsi yang sama. Tidak peduli mereka sama-sama dua orang gadis remaja, tidak peduli bahkan mereka lahir dari ibu dan dengan tanggal yang sama. Tidak peduli bahwa orang-orang menilai mereka terlalu identik untuk berbeda. Tentang Anara dan Aruna, tentang rumah, mimpi, dan rasa percaya diri.

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan