Lewat Mesin Waktu

Lewat Mesin Waktu

  • WpView
    Reads 127
  • WpVote
    Votes 15
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Oct 7, 2024
Menurutmu, berapa jumlah orang di muka bumi ini yang ingin kembali ke masa lalu? Siapa yang tak ingin menghindari lubang yang pernah membuatnya terjatuh di masa lalu? Siapa yang tak ingin mengambil pilihan yang lebih baik ketika punya kesempatan untuk mengulang kehidupan lampaunya? Aku orang yang cukup beruntung untuk kembali ke masa mudaku. Sekalipun begitu, aku memutuskan untuk mengambil pilihan yang kubuat di masa lalu. Aku memutuskan untuk terjun kembali ke lubang yang pernah membinasakan jiwa serta kebahagiaanku. Jika kau adalah aku, kau akan tahu alasanku cukup gila untuk bertahan hidup dan mengambil pilihan itu. Akan ada hal penting yang membuatmu cukup bodoh untuk mengorbankan bahagiamu dan memilih untuk melalui jalan berduri yang sama. Cover Original by Icons8 Team
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DUNIA FLORA
  • Keysha
  • Darkness [ORINE]
  • New Destiny
  • Silent Scars | Orine
  • Believe
  • Begin Again
  • ASRAR|
  • Hujan Yang Tak Merindukan Pelangi [ORINE]
  • Another [END]

Gue cuma gak mau Lo mati," suara Fabian terdengar parau. Flora tersenyum getir, " Tapi Lo sendiri yang buat gue ngerasa mati sebelum gue mati," Fabian terdiam. Ucapan flora barusan menampar dirinya keras, membuat rasa bersalah semakin menggerogotinya. " Ra... Tolong ngerti," suara Fabian tercekat. " Gue selalu ngerti Fabian!" bentaknya tak sadar, isakannya semakin terdengar jelas, membuat siapapun yang mendengarnya pasti akan merasa sedih. "Tapi siapa yang peduli perasaan gue?" suara gadis itu melemah. " Siapa yang peduli mental gue hancur? Siapa yang peduli kalo gue cuma orang yang haus kasih sayang? Siapa?!" " Di sini ada gue yang sayang sama Lo," Fabian meraih tangan gadis itu namun flora dengan cepat langsung menepisnya. Air mata Fabian mengalir membasahi pipinya. " Kita bakal hidup bahagia..."satu isakan lolos dari mulut Fabian, namun ia langsung menahannya. Flora menggeleng pelan, tatapannya semakin kosong. " Kisah kita gak bakalan berakhir happy end Fabian..."

More details
WpActionLinkContent Guidelines