Adelaide
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 1
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Dec 25, 2023
Namaku Adelaide. Lebih banyak orang memanggilku Addie walau aku lebih suka nama panggilan yang feminim seperti Adele misalnya. Aku putri tunggal dari salah satu pengusaha yang paling kaya dan terpandang di daerahku, atau mungkin kota, bahkan negara. Ah, aku tidak peduli. Aku bahkan tidak terlalu tahu bisnis apa dan di mana saja yang mereka jalankan tapi pastinya kami sangat berkelimpahan secara materi. Ayahku menjalankan banyak usaha baik legal maupun ilegal. Aku cantik dan bertubuh indah. Sungguh, percayalah. Tapi jika ada yang menganggap hidupku indah dan menyenangkan, lebih baik kalian diam. Karena sungguh kalian tidak tahu apa pun tentang diriku. Tentunya banyak lelaki ingin memilikiku, dan bahkan mungkin hidupku adalah hidup yang diimpikan para gadis lainnya. Hm, bicara soal mimpi, berhentilah bermimpi menjadi aku. Karena tidak ada yang sungguh-sungguh paham apa yang mereka impikan. Bahkan, jika itu mungkin, aku bersedia bertukar hidup dengan siapapun. Ya, siapapun. Aku hanya tidak ingin menjadi aku.
All Rights Reserved
#393
youth
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dusk In Your Eyes
  • Hurt To Love You
  • GAME
  • ADEEVA
  • Mutualism Symbiosis[Hiatus]
  •  Prince Meet Bad Boy
  • ✔Lihat Aku Sekali Saja
  • Besties For Life

Pernah mengenalmu dalam hidupku adalah anugerah. Menjadi dekat dengan mu adalah keajaiban. Di cintai lelaki seperti mu adalah keberuntungan. Puncak kebahagiaan ku adalah, ketika aku tahu bahwa esok hari kamu masih berpijak di bumi dan tetap menjadi milikku. 🌼 🌼 🌼 "Keinginan mu bukan? Baik, sekarang ini akan ku lepas, jangan salahkan aku, jika aku menemukan mu lagi kelak, tak akan ku lepas kau semudah itu." Sang gadis mengusap kasar pipinya yang berlinang air mata. Bukankah ini kemauan nya? Akhirnya di lepaskan dari kengkangan kehidupan ganas. Lalu, mengapa melangkah menjauh seakan salah? Gadis itu mengangguk, mencoba meyakinkan diri sendiri, "Tentu, aku rasa aku akan lebih bahagia sekarang. Selamat tinggal, terimakasih semuanya, jika saja ada yang bisa aku kembalikan, akan ku lakukan." "Bukan selamat tinggal, sampai jumpa kembali." Sebelum sang gadis kembali menyela, lelaki itu cepat-cepat buka suara, "Aku akan menemukan mu lagi." Mendengar hal itu, gadis putih itu tersenyum lembut, "Semoga." 🍂 🍂 🍂

More details
WpActionLinkContent Guidelines