We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.
Semesta Berhak Bahagia

Semesta Berhak Bahagia

  • WpView
    Reads 387
  • WpVote
    Votes 224
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 17, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Perihal kebahagiaan? Aku tidak pernah tahu hal itu, aku tidak tahu caranya untuk bahagia. Aku terlahir dengan nasib yang menyedihkan. Bumi tak pernah menerima kehadiranku, dia selalu membuat hidupku penuh dengan rasa sakit, pahit, dan juga penuh luka. Tapi bunda bilang, "aku tidak boleh pergi sebelum tuhan memanggilku. Katanya tuhan akan membenci hambanya yang lebih memilih pergi tanpa ia panggil." Cukup bumi saja yang membenciku, tuhan jangan. Aku selalu bertanya-tanya kepada semesta, "mengapa aku terlahir di bumi, sedangkan bumi sangatlah membenciku?" Namun semesta menjawab dengan cara menghadirkan Airlangga Bumi Pradipta di kehidupanku yang kelam. Dia sesosok manusia yang selalu menjadi tempat aku bersandar, tempatku untuk menumpahkan segala rasa sakit ataupun rasa duka pada diriku. Aku selalu berharap di setiap langkah ceritaku selalu ada nama Airlangga di dalamnya. Tetaplah bertahan Airlangga, dan tetaplah di sisiku untuk menjadi penopang ragaku yang penuh dengan luka.
All Rights Reserved
#64
eventpensi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Till I Meet You
  • LUKA!
  • Di Balik Nama Zella
  • ALEANGGA [On Going]
  • Nathalea
  • Segitiga Bermuda
  • Kalevi
  • Obstinate
  • Alshana
  • Dear Fenly || Un1ty

Kita berdua pernah terjatuh, terluka , dan terkubur di lubang yang dalam. Kita sama - sama pernah merasa hancur saat orang yang di cintai pergi meninggalkan kita untuk selamanya. Memendam rasa sakit seorang diri. Tersenyum walau batin tersiksa tertawa meski hati menjerit .. yang dapat kita lakukan hanyalah berlarut-larut dalam emosi dan kesediahan. dimanapun tubuh ini berpijak hanya sepi yang terasa... Dan pernahkah kau berpikir bahwa apa yang terjadi pada kita ini begitu melelahkan hingga rasanya mengakhiri hidup adalah pilihan terbaik untuk pergi dari dunia yang fana.??? Namun tuhan sepertinya punya jalan lain. layaknya benang merah yang saling terhubung kau dan aku pun akhirnya di pertemukan. Jujur aku tidak pernah tau apa yang ia rencanakan. Mungkin tuhan sengaja memasangkan kita lalu setelah itu tertawa sambil berkata pada para malaikat " Hei lihat lah kedua orang menyedihkan ini mereka sangat cocok bila bersama." Atau mungkin tuhan ingin agar kita berteman dan menolong satu sama lain. Entahlah apapun itu biarkanlah waktu yang akan menjawabnya...

More details
WpActionLinkContent Guidelines