GONE
  • WpView
    Reads 8
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Dec 26, 2023
Judul : Gone Gendre : LGBT, Boys Love, BRomans, Hurt, Friends Sip, Fiksi. Reting : 13 + Penulis : iana Namun seketika atmosfer dalam ruangan terasa berbeda, Sean merasakan hawa dingin yang melingkup dalam tubuhnya. Cuaca cerah yang ia lihat berubah kelam, langit biru nan cantik berubah menjadi awan mendung dan gelap. Kilatan petir menambahkan suasana yang semakin kelam, Sean merapatkan tubuhnya pada Kelvin yang masih asik memakan mie seakan dia tidak menyadari perubahan yang terjadi di sekitarnya. “Ada apa ?” Tanya Kelvin datar. “Kelvin, Sean takut.” Lirih Sean, kemudian mengeratkan tangan nya pada lengan Kelvin. “Takut?” Tanya Kelvin masih dengan nada suara yang datar. “Emh, lihat di luar semua nya gelap !” Jawab Sean, menunjuk ke arah luar. Tidak ada jawaban apaun dari Kelvin, Sean menoleh untuk memandang ke arah Kelvin namun yang ia lihat Kelvin hanya diam terpaku. “Kelvin~” “Vin~~ Sayang.” “Kelvin~~~” Kelvin, dia masih tetap terdiam tanpa jawaban, yang membuat Sean terheran tatapn Kelvin seperti kosong.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Significant Other | MewGulf Story
  • Impossible Wish
  • My Bully My Obsession (GxG)(Season 1)
  • Soul Behind the Clouds
  • ALTERITY : Jiwa Yang Tak Sama ( Seri 1✅, 2 ✅, 3 ⏳)
  • School Gay Ngsters Season 2
  • Sudut pandang (felisha)

"CIUM! CIUM! CIUM!" Mew memelototi Gulf yang kini berdiri tepat di hadapannya, mengancamnya agar tak maju satu langkah pun. "CIUM! CIUM! CIUM!" Teriakan orang-orang semakin keras. "Gulf! Jangan mendekat! Awas saja kau!" ancam Mew masih dengan tatapan tajamnya. Gulf tersenyum getir ke arah orang-orang di bar itu yang tidak lain tidak bukan adalah teman satu kantornya. "Kau pikir aku mau menciummu? Ini semua karena kau yang tak mengerti cara bermainnya sehingga kita jadi kalah, dasar payah!" timpal Gulf kesal. "Kau juga tadi ketahuan kan! Dasar payah!" lawan Mew tak kalah kesal. "AYO CIUM! JANGAN CURANG! INI HANYA PERMAINAN!" teriak Run. "Kau dengar, ini hanya permainan. Ayolah, Mew! Aku tak suka terus-menerus jadi tontonan seperti ini," ujar Gulf seraya mendelik malas. Mew menatap Gulf ragu. "Gulf kita pasti akan jadi ejekan satu kantor, aku tak suka jadi bahan pembicaraan orang!" kata Mew bersikukuh menolak. "Ck! Biar saja! Ini hanya permainan! PER-MA-IN-AN!" Cup! Bibir kedua insan itu bersentuhan untuk beberapa detik. "AAWWWWW!!" Teriakan semua orang dalam bar seketika memenuhi ruangan mengalahkan suara dentuman musik yang keras. Mew menatap Gulf sinis seraya mengelap bibirnya. Gulf mengedikkan bahu tak peduli. . . NO KISS BETWEEN FRIENDS. Saat kau mencium temanmu, detik itu pula kalian bukan teman lagi. . . Cerita perjalanan Mew dan Gulf yang saling menemukan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines