ANTARKITA; Seas 1

ANTARKITA; Seas 1

  • WpView
    Reads 131
  • WpVote
    Votes 20
  • WpPart
    Parts 10
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, Mar 18, 2024
Kota Bandung; jalanan penuh kerikil dilewati, namun kenapa ia tidak bisa selesai melewatinya? Kota Bandung; alam alam berduri ia jalani, tapi kenapa ia tidak bisa melupakan masa lalu nya? Kota Bandung; ada sejuta kenangan disana,ada duri yang sengaja ditancap disana. Sengaja melukai perjalanan Seorang Gadis manis. Jalanan yang kini hanya dihiasi pepohonan yang begitu hijau, sejuknya cuaca tak mampu membuatnya tersadar kembali. Kembalinya Seseorang yang ia nanti adalah jalan yang bisa membuatnya tersadar dalam 1 detik. Lalu kembali pada jalan jalan durinya. Ia begitu gemar melukis sebuah kisah hanya dengan sebuah siluet. Bayang Bayang menjelaskan padanya, bahwa yang selalu ada untuk kita adalah Bayang bayang kita sendiri. Gadis itu berhenti dijalan Braga,Bandung. Tempat pertama Ia dan seorang remaja laki laki bertemu. Kisah yang sulit dan rumit. Cintanya begitu surut hanya untuk pasang. Tak ada yang hadir, namun rasanya ada takdir yang mlipir. Helaan nafas sesal keluar dari mulut manisnya. Seribu Tetes air mata tak akan mengembalikannya. Dan ia kembali menjadi sebuah Karangan puisi, menikmati setiap suara yang membacanya. Setelah itu ia kembali menjadi pembaca, menikmati setiap sajak sajak luka. Rasa Luka begitu teringat. Jalan Braga Kota Bandung, menjadi saksi bisu pertemuan dan perpisahan Anala dan Akala. Anala, Gadis pemberani yang menjabat sebagai ketua Gerberra Gang. Gadis dengan seribu Luka masa lalu bersama Bandung dan Akala. Gadis bungsu yang lahir dikeluarga tak lengkap, nan tak kaya. Cita cita yang begitu tinggi begitu membuatnya semangat. Namun, masalah Ekonomi membuatnya putus asa. Tidak ada yang tau kisah seperti apa yang akan ia lewati selanjutnya, selain Pembuat kisah dan tuhan tentunya. Anala,Akala, Jalan Braga. Semua yang tersisa hanya air mata dan luka, serta perjalanan Anala dibandung dengan didampingi trauma.
All Rights Reserved
#403
sadend
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Senja di Bandung
  • SINGASARI, I'm Coming! (END)
  • Sudut Kota
  • Prambanan Obsession (END)
  • Paradigma
  • Bandungku Kini Berbeda [LEE HAECHAN]
  • Perpindahan Dimensi Sang Penulis
  • Behind After
  • My Duchess / End
  • Another Life (Completed)

Dalam sekejap mata, kehidupan Senja berubah total. Seorang pemuda yang tumbuh dalam kehangatan keluarga sederhana, Senja menikmati hari-harinya diiringi oleh puisi-puisi ayahnya yang penuh kebijaksanaan. Namun, ketika sebuah kecelakaan tragis merenggut nyawa kedua orang tua dan adiknya, Senja harus menatap kenyataan pahit: ia yang tersisa, terperangkap dalam kesedihan dan kekosongan yang mendalam. Terjerumus dalam trauma dan duka, Senja merasa kehilangan arah dan tujuan hidup. Namun, di tengah gelapnya penderitaan, ia mendengar bisikan tentang Bandung-kota yang dipercaya sebagai "diciptakan Tuhan saat Tuhan tersenyum." Dengan sisa keberanian yang tersisa, ia memutuskan meninggalkan masa lalunya dan memulai perjalanan menuju Bandung, berharap menemukan secercah harapan dan penyembuhan bagi jiwanya. Di Bandung, Senja menemukan dunia yang berbeda, di mana sejarah dan seni berpadu dalam setiap sudut kota. Di tengah perjalanan itu, ia bertemu Arlana, seorang seniman jalanan dengan jiwa kritis yang mengerti bahasa keindahan dalam setiap goresan lukis dan nada gitar. Melalui pertemuan mereka, Senja mulai menulis kembali puisi-kata-kata yang dahulu menjadi warisan ayahnya. Setiap bait yang ia tulis adalah pengakuan atas luka yang dalam, sekaligus seruan untuk menemukan kembali arti hidup di balik kesedihan. "Senja di Bandung" adalah sebuah kisah yang mengangkat keindahan puisi sebagai penyembuh jiwa. Di antara deretan puisi yang mengalir, Senja dan Arlana menemukan bahwa setiap luka memiliki sajaknya sendiri, dan bahwa keindahan sering kali lahir dari penderitaan terdalam. Novel ini mengajak pembaca untuk merenungi bahwa meski hidup kerap dipenuhi kehilangan, dari kepedihan itu akan tumbuh harapan baru-sebuah perjalanan batin yang menuntun pada penerimaan diri dan keajaiban dari setiap kata yang terukir di dalam hati.

More details
WpActionLinkContent Guidelines