Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.
Hening
  • WpView
    Reads 34
  • WpVote
    Votes 5
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 15, 2024
Izinkan aku Aratya Safira menuliskan sebuah cerita, cerita cinta seperti novel - novel remaja pada umumnya. Tidak ada yang spesial pada ceritaku. Kecuali kamu yang ada di dalamnya. Ya, cerita ini aku dedikasikan padamu, Hanifah Ibnu Baatsya, sang pengerajin keramik yang ku cinta. Akan ku buat seisi dunia tau betapa indahnya kita di masa hari itu. Semua harus mengingat bahwa aku dan kamu pernah menjadi kita. Semuanya harus tau, bahwa ada Hanifah Ibnu Baatsya di dunia ini.
All Rights Reserved
#384
cool
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AMOUR (Mr. Pradipta)
  • Terlanjur Resepsi
  • DENIAL
  • Kehormatan Cinta
  • Dosen Killer | END✔
  • Dear, Pak Dosen
  • ARDHANI [ On-going ]
  • Bendahara Kelas [Completed]
  • Tentang Rasa Kita [END]
  • Dosenku Suamiku (TAMAT)                            [TERSEDIA DI GRAMEDIA]

Menikah dengan bapak-bapak? Siapa takut!! Felisa Anindira, gadis berusia 18 tahun itu tidak pernah menyangka bahwa dirinya akan naksir dengan seorang Arvin Bisma Pradipta yang tak lain adalah sahabat Ayahnya. Awalnya dia hanya merasa kagum pada sosok pria dewasa itu, pribadinya, kecerdasannya dan cara bicaranya sangat merepotkan untuk hatinya. Felisa jatuh cinta pada sosok Arvin setelah pria itu membantu menyelesaikan kasus penjebakan Kakaknya. "Pak, nikah sama saya yuk?" "Berhenti bercanda, anak kecil kuliah saja yang benar." sahut Pak Arvin acuh. "Pak, saya suka sama bapak tau, jadi suami saya mau gak?" tanya Felisa dengan mata berbinar. "Saya sudah punya calon istri." Balas Pak Arvin. "Saya santet calonnya boleh, gak, pak? Biar bapak nikah sama saya aja?" ujar Felisa semakin menjadi. "Terserah kamu, lah." pasrah Arvin yang tidak tau harus bagaimana berbicara dengan putri bungsu sahabatnya. (Ini mungkin halu yg gak jelas bgt, tapi aku harap kalian mau voment ya hehe) Mau happyend atau sadend?

More details
WpActionLinkContent Guidelines