HAMAINIDA Family's

HAMAINIDA Family's

  • WpView
    Reads 46
  • WpVote
    Votes 2
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Jan 3, 2024
Merelakan tidak semudah membalik telapak tangan. Kehilangan membuat semua orang merasakan rasa trauma. Aku Rara, remaja yang masih berusia belasan tahun dari enam bersaudara. Memiliki ibu yang sangat tangguh membuat ku sadar bahwa rapuh bukanlah sesuatu yang seharusnya meneduh dalam tubuh. Dari ibu, aku belajar bangkit dari sakit. Selain itu, aku memiliki kelima kakak yang sangat baik merawatku semenjak kecil. Aku tumbuh baik karena orang-orang terdekatku. Dijanuari ini, aku hanya ingin meminta agar aku bisa rela atas apa yang pergi yang mungkin tidak ada kembalinya. Rela akan sakit yang tidak ada obatnya. Rela akan janji yang tidak ada buktinya. Dan rela akan trauma yang tidak ada penawarnya.
All Rights Reserved
#109
thiller
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • AKU TAK PERCAYA CINTA, AYAH! (TAMAT)
  • Look at Me, MAMA! ✔
  • ALL MY WOUNDS
  • Dibalik Tawa
  • Halaman Hidupku
  • Jika esok Tak Pernah Ada
  • HOME FOR WOUNDS
  • Truth After Love, Kiara and Zaki (Tamat)
  • ANGEL (END)

"Aku nggak tahu, dari mana semuanya menjadi retak dan berantakan seperti ini. Yang kuingat, hanya ada satu titik ketika hidupku berubah drastis. Ibuku pergi meninggalkan rumah bersama dengan lelaki lain. Meski ayahku tegar dan tabah, pada akhirnya dia menyerah dan menikahi perempuan lain. Brian, adalah satu-satunya tempat dan rumah terakhir yang aku harapkan. Tetapi, padanya aku terus menaruh rasa curiga. Hal-hal kecil membuatku marah dan tak mampu membendung emosi. Kecemasan-kecemasan itu benar-benar membuatku menderita. Aku tak lagi percaya pada cinta, Ayah. Tak lagi." ~ Serena Azura Auliana~ :+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+:+ Serena telah kehilangan kepercayaannya pada cinta. Semua orang yang pernah ia cintai, yang begitu ia percayai dan anggap berarti dalam hidupnya, ternyata dengan mudah menghianati cinta itu. Hatinya hancur berkeping-keping. Bukan sekadar patah-tapi benar-benar remuk, hingga tak tersisa apa pun selain reruntuhan yang menyakitkan. Tak ada lagi yang tertinggal, kecuali kekecewaan yang dalam, dan trauma yang perlahan menggerogoti jiwa.

More details
WpActionLinkContent Guidelines