The Duke Beast Controller | By A_Mauli [SLOW UP]

The Duke Beast Controller | By A_Mauli [SLOW UP]

  • WpView
    Reads 1,065
  • WpVote
    Votes 63
  • WpPart
    Parts 19
WpMetadataReadMatureComplete Tue, Jun 16, 2026
"oh astaga!" semua mata seketika menuju padanya, Isharaneeth Axena yang dengan bodohnya menumpahkan minuman pada sang tunangan dengan sifat tirannya. "mengapa kamu sangat ceroboh hari ini? kamu sedang lelah? benar Dear?" Bohong, panggilan menggelikan macam apa itu?! "k-kurasa aku memang sedang lelah, Arion..." jawab Isha dengan senyum konyol, dalam hati dia sudah mengumpat banyak-banyak. "Sepertinya Marquess tidak memperhatikanmu dengan benar..." "t-tidak! tentu saja ayah sangat memperhatikanku... mungkin karena aku terlalu sering begadang untuk m-mencatat laporan penelitianku akhir-akhir ini..." "Tidak..." "i-iya?" "mulai besok kamu tinggal dengan ku, ayo Felix." "......" Tamat sudah riwayatnya! "ah... kasihan Lady Axena..." "Kudengar Grand Duke adalah maniak yang suka memelihara Beast Beast buas!" "Tidak ada yang berani awas Ducy nya karena terlihat seperti hutan!" "cukuap! kalian memperburuk perasaannya!" Warning: -On Going -Tidak berpengalaman membuat cerita bertema kerajaan. -Typo bertebaran -Plagiator menjauh -Draft Desember 2023
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Good Doctor
  • I Was The Evil Witch
  • I'm More Than Just A Princess
  • I Will Change My Destiny With My Tyrant Brother (TAMAT)
  • I returned to my husband who I ignored [Tamat]
  • Edgar Vaske
  • SLWD (Complete)
  • Bride of the Black Duke

Lara dan emosi telah terkubur dalam. Meninggalkan kenyataan akan kedudukan, keluarga dan kenangan. Dia telah melihat bagaimana kehidupan dulu, meski sementara lalu kembali terhapus setelah bangun kembali. "Setidaknya aku akan berusaha bahagia lagi. Meski mungkin sulit." Bibirnya tersungging meski tak mendapatkan emosi dari ingatan terdahulu. "Terimakasih Dion dan Arsena. Kapal layar telah sampai di tujuan, kini giliran kapalku yang berlayar di semesta luas ini." Dipandangnya kedua sosok itu lalu membungkuk memberikan salam terakhir. ... Terbangun dari sisa mimpi, hanya nama samar Arsena yang masih lekat. Ia sedikit takut lupa. Hari masih gelap, jika kembali tidur mungkin akan benar-benar lupa sisa mimpi ini. "Huahh, alat tulis. Mesti harus ada bekas mimpi." Ujarnya usai menguap lebar. Menengok ke kiri dimana nakas berada, namun tak satupun benda untuk menulis berada. Sementara hasrat kembali tidur kian menguasai. Jujur saja bagi buta ini amat dingin hawanya, sehingga ia menyerah terhadap kantuk. Karya ke tiga nih, semoga menghibur 😁 Vote dan kasih komen pliss.

More details
WpActionLinkContent Guidelines