7 Shooting star

7 Shooting star

  • WpView
    Reads 162
  • WpVote
    Votes 18
  • WpPart
    Parts 4
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 30, 2023
WpInfo
Fanfic
Enhypen
ketujuh remaja santri dengan ceritanya dan juga tentang penyakit yang di deritanya. "bukan kita yang menentukan alur hidup, bagaimana pun alurnya kita harus menerimanya" -akbar Bramantyo. "ikut ayah atau ibu, aku sungguh muak mendengarnya" -nino Aldebaran brughman. "Aku ingin melihat senja, karna senja itu mengingatkan ku pada ibu" -muhammad Malik Adhitama. "aku hanya tinggal bersama nenek, aku juga tidak tau bentuk rupa orang tuaku seperti apa" -aydin raffasy. "diam, dan ikuti alur ceritanya" -kafael Rahagi. "bukan semesta yang jahat, tapi emang kamu yang di takdirkan untuk menjadi kuat" -ilyasa Widi Naraya. "aku percaya bahwa masa lalu yang kelam bisa saja menjadikan orang itu monster dikemudian hari" -abyan Bratajaya.
All Rights Reserved
#831
sunoo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • RIFKI: 17 Tahun Bersama Abang
  • Rumah Tanpa Pintu [ON GOING]
  • my favorit house || enhypen (Slow Update)
  • PROBLEM || KIM SUNOO (REVISI)
  • Aku Ingin Bercerita
  • Hiraeth [TERBIT]
  • Dibalik sakit dan rahasia
  • Our Emergency Calls
  • Enhypen- The Magic Elemental

[TELAH DITERBITKAN] -☆- Setiap manusia yang hadir ke dunia ini pada awal ia lahir bukan kah terlahir dalam keadaan suci, tanpa dosa, dan tidak tahu menahu apa yang akan dia hadapi untuk hidupnya? Sama seperti Rifki, anak yang terlahir dari hubungan terlarang sang ayah bersama wanita lain. Membuat Rifki hidup dengan penuh kesengsaraan, didampingi dengan keenam kakak laki-laki yang enggan mengganggap ada dirinya. Apakah sanggup dirinya menjalani hari-hari gelap yang selalu menghantuinya dan memberi beribu ketakutan padanya? Selama enam belas tahun hidup dengan penuh penderitaan serta penolakan keras dari sang abang bukanlah pilihannya. Apakah ia bisa meluluhkan keenam kakaknya untuk memberi sedikit perhatian mereka padanya? Ia mampu? Atau memilih menyerah? Dan juga, bagaimana cara dia untuk menghilangkan rasa takut untuk menjalani hari esok? "Jika sulit menerima hadirnya aku, setidaknya berikan aku ruang untuk merasakan rasa tenang dan kasih sayang, Abang." -ENHYPEN CAST- ✰ Jangan lupa follow aku sebelum baca dan vote serta spam komen sebagai bentuk menghargai author. ✰ Beberapa chapter mengandung kekerasan, kata-kata kasar, dan bullying⚠️ ✰Jangan sangkut pautkan cerita ini dengan cerita manapun. Karena ini murni ide imajinasi saya tanpa mengcopy karya penulis lain. So, enjoy and happy reading! ♡ Since: Juli 2024

More details
WpActionLinkContent Guidelines