Forbidden Love 21+ [End]

Forbidden Love 21+ [End]

  • WpView
    Reads 3,520
  • WpVote
    Votes 82
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadMatureComplete Thu, Nov 28, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Sekuel Love Change [Istri Keduaku] Dua insan manusia yang terjerat oleh ikatan cinta, berusaha melepas tapi tak mampu untuk membuka simpul yang mengikat keduanya. Bukan sosok asing yang datang dan akhirnya jatuh cinta, melainkan sosok terkasih yang telah menemani sedari kecil hingga rasa yang tak seharusnya pun hadir diantara hubungan keduanya. Tak ada yang tahu, rasa frustasi dan gejolak kebingungan telah menambah gelombang rasa kasih yang berkembang tak seharusnya. Namun, realita hadir hingga keduanya mampu mengungkap tabir yang menghalangi rasa cinta keduanya. Kisah satu keluarga, dengan satu asmara yang tersembunyi tanpa ada yang mengetahui.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TEOLOGI CINTA
  • love tragedy  [TAMAT]
  • Takdir Cinta Hanafa
  • Different Sizes :  XL - M
  • Cinta yang Tak Direncanakan |OhmNanon| |GS| END
  • Suarasa
  • ARATASHA (COMPLETED)
  • Karena Kisahmu Tertulis Denganku (COMPLETE)

Memilih jodoh tak seperti melempar dadu. Aku sudah super hati-hati, ketika akan memutuskan Ghani menjadi suamiku. Tetapi Tuhan punya rencana lain. Ketika Ghani dalam keadaan tak berdaya, koma dan amnesia. Aku jadi berpikir ulang. Semakin tak tega untuk mencampakkan begitu saja. Aku tak tahu, apa ini cinta atau bukan. Yang jelas rasa itu hadir mengikat hatiku. Ghani bagiku saat ini tak lagi seperti pakaian. Jika tak cocok, aku mengganti yang lain.Bahkan, hari demi hari aku tak ingin jauh darinya. Aku tak ingin sewaktu-waktu jika ia dipanggil-Nya, aku luput dari sisinya. Terkadang aku tak mengerti banyak hal tentang diriku sendiri saat ini. Sejak Ghani bernasib naas, aku merasa berdosa besar dan sulit untuk memaafkan diriku atas niat burukku dulu pernah menuntutnya bercerai. Kini, justru sebaliknya, aku seperti telah jatuh cinta untuk kedua kalinya, tanpa syarat, sampai tertawan, hingga berserah tanpa bisa melawan. Aku mengizinkan hatiku mengalir bersama keterbatasannya, tanpa alasan jelas, bahkan cenderung absurd. Ada rasa kasihan dan iba yang luar biasa. Seperti gaya percintaan kakek nenek yang telah menua dan renta. Terkadang kuberpikir apakah hubungan suami istri seperti ini yang ideal? Tak mudah lekang oleh pancaroba. Dibanding yang didasari hitungan untung-rugi dengan mengatasnamakan cinta? Yang tak kumengerti sampai saat ini, mengapa aku semakin takut kehilangan Ghani? Sampai aku tak mampu lagi mengindetifikasi perasaanku ke Ghani, apakah aku mencintai atau mengasihani?

More details
WpActionLinkContent Guidelines