Seluas samudera

Seluas samudera

  • WpView
    Leituras 40
  • WpVote
    Votos 4
  • WpPart
    Capítulos 6
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização dom, ago 24, 2025
Malam itu di bawah tangisan semesta dan suara guntur yang terus bersahut sahutan anala melihat dengan jelas samudera tengah memeluk erat tubuh aruna yang tengah menangis rintih di tubuh besar lelaki itu. Anala yang sudah di basahi oleh air mata dan deras nya hujan malam itu, seketika membuat rasa khawatir yang awal nya menguasai dirinya, ia tepis sejauh mungkin menjadi rasa sakit yang benar-benar muncul di hati nya. Ia berteriak di depan lelaki dan perempuan tersebut, dengan suara yang di iringi oleh Isak tangis yang sudah tak tahan ia pendam. "Samudera cukup gue juga capek brengsek!" "Gue juga mau di posisi aruna, yang bukan siapa siapa tapi di cintai sedalam itu dengan lo" "Gue selalu pendam semua nya sendiri, dan berusaha buat buka hati lo buat gue, tapi apa? semuanya sia sia di mata lo!" "Semua kesabaran orang lain juga punya batas nya brengsek!" Mata samudera kala itu cukup terkejut mendengar penuturan kalimat dari anala, ia langsung menghampiri gadis tersebut dengan bola mata yang terus melebar yang tidak bisa di tebak ingin berkata apa pada gadis itu. "Gue gak bisa sembarangan kasih hati gue ke lo anala!" "Lo cuman peran pengganti, saat aruna pergi!" "Seharusnya lo sadar kalau dari awal gue gak pernah mau menerima kehadiran lo di hidup gue!" Mata lelaki tersebut begitu tajam dan begitu mengintimidasi anala, tubuh anala kala itu terasa ingin ambruk di hadapan lelaki tersebut, karena perkataan yang ia lontarkan benar benar menusuk hati anala.
Todos os Direitos Reservados
#14
angstromance
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  • Berandalan di Mata Sang Tuan Muda.
  • Tsundere Maniak Susu
  • Transmigrasi Ziora
  • EVANESCENT
  • ATLANTIS 2: PANGLIMA
  • GRAVARENZO
  • The Time
  • Blueprint Pelarian Villain
  • I'm Not Just a Figuran
  • GHAIKA (REVISI)

​Suara decit sepatu basket yang bergesekan dengan lantai semen SMA Nusantara Bakti seolah menjadi satu-satunya melodi yang akrab di telinga Arga. Matahari Jakarta yang menyengat di jam 12 siang sama sekali tidak ia gubris. Peluh membasahi jersey birunya, mengalir melewati leher dan hilang di balik kain yang sudah basah kuyup. ​Bagi Arga, hanya di lapangan ini dunia terasa jujur. Di sini, musuhnya jelas: ring basket dan lawan main. Tidak ada teriakan ibunya yang melengking menyalahkan takdir, tidak ada bau alkohol dari ayahnya yang pulang pagi membawa tumpukan utang baru, dan tidak ada beban rasa bersalah setiap kali melihat kakaknya pulang kerja dengan wajah pucat demi membiayai sekolahnya. ​"Arga! Berhenti main atau gue laporin ke BK karena bolos jam sejarah lagi!" ​Arga menghentikan dribel bolanya. Ia menoleh, menyeka keringat dengan punggung tangan, lalu menyeringai tipis melihat pengurus OSIS yang berdiri di pinggir lapangan dengan buku catatan. ​"Laporin aja," sahut Arga santai. "Ruang BK udah kayak rumah kedua buat gue, sekalian titip salam buat Pak Hendra." ​Di sisi lain koridor sekolah yang lebih dingin karena hembusan AC, melangkah sosok yang menjadi pusat gravitasi SMA Nusantara Bakti. Adrian. ​Setiap langkahnya terukur, seragamnya rapi tanpa cela, dan wajah blasterannya yang seolah dipahat langsung oleh malaikat, selalu memasang ekspresi datar yang sulit ditembus. Sebagai Ketua OSIS sekaligus putra tunggal dari pemilik Arsenio Group, Adrian adalah definisi kesempurnaan yang nyata. Hidupnya adalah garis lurus yang tenang, penuh fasilitas, dan kasih sayang yang melimpah. ​⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖⊹ ࣪ ﹏𓊝﹏𓂁﹏⊹ ࣪ ˖ WARNING ⚠ - b×b - BL lokal - Mpreg - ini cerita bl, awas jangan salah lapak. - banyak typo bertebaran.

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo