AKIRA
  • WpView
    Reads 22
  • WpVote
    Votes 3
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 30, 2023
Hai.... Aku Akira Shenna seorang gadis berumur 19 tahun yang baru saja lulus sekolah. Aku berasal dari keluarga yang bisa dibilang berkecukupan dan belum pernah berpacaran sampai sekarang ini. Aku bukan seorang gadis yang paham agama dan masih terus belajar memperbaiki diri. Salah satu kegiatan keseharianku ngaji malam setiap habis isya dimasjid bersama teman teman dan tentu saja ustadz yang mengampu. Dan saat Ramadhan tiba ngaji menjadi setiap sore hari dan ustadz yang mengampu didatangkan dari sebuah pondok pesantren yang santrinya tengah mengabdi. Disinilah awal kisah aku mulai jatuh cinta pada seorang santri bernama Hanif, Hanif Al Azhar.
All Rights Reserved
#704
santri
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DOA Untuk DIA
  • OUR SECRET (Revisi)
  • Assalamu'alaikum, Hana! [Terbit]
  • GUS HANIF
  • Ijbar [Selesai]
  • Afnan Al-Farizi
  • MARRIED WITH GUS [END]
  • imam terbaik ku (tamat) REVISI

sebuah pesantren terpencil di Jawa Tengah, seorang pemuda bernama Farhan Ramadhani menjalani hari-harinya dengan enggan. Ia berasal dari Semarang, kota yang penuh kebebasan dan hiruk-pikuk kehidupan modern. Namun, karena kenakalannya yang semakin sulit dikendalikan, sang ayah memutuskan untuk mengirimnya ke Pesantren Al-Ma'ruf, sebuah tempat yang jauh dari kebisingan kota dan penuh dengan aturan ketat. Farhan bukanlah tipe santri yang taat sejak awal. Ia sering melanggar aturan, kabur dari kelas ngaji, dan diam-diam bermain ponsel yang dilarang di pesantren. Namun, kehidupannya mulai berubah ketika ia bertemu dengan Aisyah, seorang santriwati cerdas dan ceria yang selalu terlihat tenang di tengah kesibukan pesantren. Awalnya, ia tak pernah memperhatikan gadis itu. Perhatiannya lebih tertuju pada Nayla, santriwati pendiam yang tampak berbeda dari yang lain. Namun, pesantren bukan tempat untuk cinta. Ada batasan yang harus dijaga, ada doa yang hanya bisa disampaikan dalam diam.

More details
WpActionLinkContent Guidelines