Kanvas Ungu

Kanvas Ungu

  • WpView
    Reads 318
  • WpVote
    Votes 24
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 21, 2024
"Seni itu adalah bahasa tanpa huruf." Terkadang, banyak pelukis yang merasa takut dalam memulai sebuah goresan. Terkadang lidah kita merasa kelu untuk melukis sesuatu yang menakjubkan. Ada keraguan yang dibungkam sebelum di terjemahkan dalam bahasa. Melukis dari apa yang kita lihat, apa yang kita rasakan, dan apa yang kita dengarkan. "Semakin kau melihat lebih dekat, semakin kau akan mengerti apa arti dari seni tersebut." "Dahulu, guruku pernah bilang kepadaku. Jika sesuatu terlihat ungu oleh mu. Maka, wortel dan kelinci akan berwarna ungu juga."
All Rights Reserved
#874
kaizo
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • BUNGA KEMBALI
  • Dream. How To Fight x Male Reader
  • Nocturnal Paradox
  • Memories in Moon
  • Black Emotion
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Childhood || Boboiboy x Reader [S1]-[S2]-[Movie] --END--

Mereka adalah saudara, mereka mencintai perempuan yang sama Malam itu, hujan turun dengan derasnya, membasahi jalanan yang sepi. Di balik jendela kamar yang temaram, seorang gadis duduk bersandar, matanya menatap kosong ke arah langit kelabu. Napasnya berat, pikirannya penuh. Hujan seakan mengerti perasaannya-dingin, gelisah, dan penuh ketidakpastian. Jauh di sudut kota, seorang pria berdiri di depan pintu apartemen, ragu untuk mengetuk. Tangannya mengepal, menggenggam sesuatu yang tak kasatmata-sebuah harapan, atau mungkin sekadar kenangan yang enggan ia lepaskan. Dulu, segalanya terasa sederhana. Kini, hanya ada jarak, kebisuan, dan perasaan yang tak lagi bisa mereka definisikan. Di tempat lain, seorang lelaki menatap bayangannya sendiri di cermin. Mata yang dulu penuh gairah kini menyimpan kehampaan. Cinta yang ia genggam dulu, kini terasa seperti pasir yang perlahan menghilang di antara jemarinya. Mereka bertiga, terikat oleh kisah yang tak pernah sederhana. Cinta, kehilangan, pengorbanan-semua bercampur menjadi satu dalam kisah ini. Dan malam ini, takdir mulai menuliskan babak terakhirnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines