Greatest War

Greatest War

  • WpView
    Reads 10,961
  • WpVote
    Votes 836
  • WpPart
    Parts 5
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Jan 5, 2024
(Fantasy, Conflict, Romance, Mature) The Midst, adalah tempat yang paling indah di bumi ini. Bagi demigod yang masih hidup, tentunya. Ia bisa mengatakan jika The Midst adalah surga dunia. Bagi para manusia setengah dewa. Segala kemewahan dan keindahan yang tak pernah terbayangkan sebelumnya, ada di tempat ini. Segala kebutuhan hidupmu akan diurusi oleh para peri, dan kau tak akan pernah takut mati selama memiliki buah abadi. Ya, Vantaberry. Buah yang membuat usia para demigod yang menyantapnya bisa bertahan 100 tahun lagi. Hanya saja, keindahan The Midst harus berakhir. Saat Jeonghan dan timnya, harus menghadapi dua pemimpin perang paling mengerikan di The Midst. Mingyu si putra Ares dan Seungcheol, seburuk-buruknya putra Hades. Jika bisa, ia tak ingin menghadapi dua demigod brengsek yang kejam itu. Bahkan jika ia memiliki 1000 nyawa. Bukan karena ia ketakutan, namun karena ia harus menyelamatkan orang-orang di belakangnya. Yang menggantungkan seluruh hidup mereka di ujung tombaknya, sebagai putra Athena.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Shining Star
  • THIS IS MY STORY! 2 - JAYNINGHOON
  • Well, You Said It Was Over [Jeon Wonwoo]
  • MAREAPADA [Revision]
  • Leave Out All The Rest [✓]
  • CURE - Yoon Jeonghan
  • Ineffable [HunRene]
  • He's the Villain
  • Us, Again || SVT LOKAL

Hidup yang pernah kupandang sebelah mata, kini menjadi lebih indah karena kehadiran orang - orang baik di sekelilingku. Kita hanya butuh mereka untuk meyakinkan bahwa Dunia baik - baik saja meski keadaan di luar sana berkata sebaliknya. Kemudian, pernah terluka tidak menjadikanku lantas mendendam pada hidup. Sebaliknya, aku akan mengejek masa lalu yang telah banyak memberiku airmata dengan tawa bahagia yang kini kuciptakan dan tercipta di sekelilingku. Dan berapa kalipun hidup menertawakanku yang terjatuh, aku tidak akan menangis dan berdiam diri untuk tertinggal dengan rasa penyesalan yang membuat dadaku sesak. Aku akan bangkit dan berlari, mengejar segala impian yang sudah kurawat sejak kecil dan membuat mimpi - mimpiku terwujud satu persatu. Dan hingga di titik ini, aku merasa menang dari ejekan penyesalan masa lalu yang masih belum berhasil menarikku mundur untuk mencaci mereka dengan energi yang kupunya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines