Merajut Cinta

Merajut Cinta

  • WpView
    Reads 91
  • WpVote
    Votes 12
  • WpPart
    Parts 2
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 14, 2025
Pertemuan berujung maut, tidak ada rasa suka. Adanya kebencian yang terjadi antara Mabel dan Charlen. "Nggak banget, najis," sinis Mabel mendongak menatap Charlen. "Maksud lo apaan nyiram saos ini ke baju gue?" tanya Charlen mengepalkan tangan. Mabel tidak menjawab, Charlen yang tidak sabaran membalasnya penuh kebanggaan. "Impas," kata Charlen tersenyum miring. Apa yang terjadi selanjutnya? Apa kebencian yang akan selalu menjadi pilihan atau rasa benci menjadi cinta?
All Rights Reserved
#20
penulispemula
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Algezy Mahawira Kalangga
  • Antara Baut Dan Berlian
  • Nabastala "gitkath"
  • CRAZY GIRL (END)
  • Obsess with you_(Greshan)[END]
  • sahabat kok gini?! || NA2 (End)
  • DENIAL
  • Langkah kecil Shani
  • 𝐀𝐤𝐮 𝐌𝐚𝐮 𝐤𝐚𝐦𝐮 ! 𝐓𝐢𝐭𝐢𝐤 || ✔
  • Labyrinth of Destiny (Gitshan)

⚠️WARNING⚠️ → Konten 18+, → Fiksi penggemar, → Homophobic dni, → Cerita tidak mengandung unsur plagiat, → Tata bahasa kurang beraturan, → Dilarang baca tanpa vote. | 19 September 2012 "Mama janji bakal pulang sebelum kamu ulang tahun," ucap seorang wanita, sembari menatap anak semata wayangnya. Senyuman merekah diwajahnya, membuat sinar mentari kalah dari senyuman manis itu. "Janji ya, kalau dilanggar, aku ngambek," jawabnya menatap ibunda yang tengah bersiap. Wanita yang sedang ia tatap terlihat cantik dan aroma wangi parfumnya memenuhi ruangan, tak ada yang dapat mengalahkannya. | 25 April 2024 "Penjara ini pantes buat lo dapatin, tapi apa yang lo lakuin, gak sebanding sama penjara ini." Perkataan seorang gadis memenuhi ruangan senyap itu. Matanya memerah akibat menahan tangis. Suaranya pelan dan bergetar, seakan tengah kesakitan. Gadis itu menatap dalam pada seseorang dihadapannya, luka dan dendam memenuhi hati kecilnya. "Oh ya?" Narapidana itu tertawa kecil. Ia kembali menatap gadis dihadapannya dengan remeh. "Sayangnya gue suka sama perbuatan gue dan gue gak nyesel, sama sekali." Saat masa lalu dan masa kini saling bertabrakan, satu nama akan menjadi pusat dari kehancuran dan mungkin, penyesalan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines