Zaktualizowaliśmy nasze Wytyczne Treści.
Zapoznaj się z najnowszymi wytycznymi, aby nadal bezpiecznie udostępniać historie.
Rumah Impian

Rumah Impian

  • WpView
    Odsłon 1,730
  • WpVote
    Głosy 903
  • WpPart
    Części 7
WpMetadataReadW trakcie
WpMetadataNoticeOstatnia publikacja niedz., mar 10, 2024
WpInfo
Fikcja
Romans
Jonathan, Dhio, Jejen dan Naisha merupakan remaja berusia 18 tahunan yang mempunyai permasalahan keluarga dengan latar belakang berbeda. Suatu ketika mereka bertemu nenek-nenek yang mempunyai cucu bernama Tata. Nenek itu mengajak mereka kesebuah rumah yang akhirnya menjadi tempat pulang untuk mereka. Jonathan hidup tanpa absen dipukuli. Jejen diadopsi dari panti asuhan dan ditelantarkan orang tua angkatnya. Dhio dituntut menjadi sempurna. Naisha hidup ditengah orang tua tukang sandiwara. Tata tumbuh besar tanpa orang tua. Meski begitu, mereka masih bisa menjalani hidup sebagai mana mestinya. Sampai puncak masalah tiba, saat rumah mereka digusur takdir yang tidak bisa siapapun cegah, mereka kembali putus asa. Mereka harus membangun rumah dengan puing-puing yang tersisa, mengandalkan rasa kebersamaan yang ada dan melanjutkan hidup tanpa rumah ternyamannya. Bisakah mereka membangun sesuatu yang rapuh itu kembali utuh?
Wszelkie Prawa Zastrzeżone
Dołącz do największej społeczności pisarskiejOtrzymuj spersonalizowane rekomendacje dzieł, zapisuj ulubione dzieła w bibliotece oraz komentuj i głosuj, aby rozwijać swoją społeczność.
Illustration

To może też polubisz

  • Luka Naren. ( SUDAH TERBIT )
  • ADOPT THE FUTURE
  • 7DREAM | Transmigrasi Jeno ✓
  • DELORA ✓
  • KISAH
  • Arfa dan Zena
  • Kue Lapis [✓]
  • 𝙍𝙀𝙑𝘼𝙉𝘿𝙍𝘼 (𝓣𝓱𝓪𝓷𝓴𝓼 𝓐𝓻𝓰𝓲𝓸) [𝙴𝙽𝙳𝙸𝙽𝙶]
  • JENARO
  • BROTHER || JICHEN

Bagi Naren, rumah bukan tempat pulang. Hanya bangunan penuh suara yang tak pernah mendengar. Sendirian di tengah hiruk-pikuk dunia yang tak pernah memberinya ruang, Naren hanya ingin satu hal: diterima, meski sekali saja. "Adik gue cuma satu. Cuma Hema." Kalimat itu menamparnya lebih keras dari apa pun. Apakah keberadaannya hanya luka? Apakah ia masih dianggap? Atau justru menjadi alasan penderitaan yang tak berujung? Di tengah ujian hidup yang terus berdatangan, Naren berjuang sendiri menghadapi rasa bersalah, kehilangan, dan harapan yang nyaris pudar. Ini adalah kisah tentang luka yang tak terlihat, tentang rasa sepi di tengah keramaian... dan tentang seorang laki-laki yang diam-diam ingin pulang namun bukan ke rumah, tapi ke hati yang bisa memeluknya.

Więcej szczegółów
WpActionLinkWytyczne Treści