Ketika Waktu Bersamamu

Ketika Waktu Bersamamu

  • WpView
    Reads 3,804
  • WpVote
    Votes 979
  • WpPart
    Parts 65
WpMetadataReadComplete Thu, Apr 16, 2026
"Aku paham. Namun, kamu butuh pelukan itu. Kenapa menghidariku setelah pulang dari luar kota sampai sekarang, Ngel?" tanya Brama. Deg! Mendengar pertanyaan Brama, Angel memejamkan mata dia merasakan guyuran hujan yang semakin deras jatuh ke kepala dan wajahnya. Jujur, dari hati yang paling dalam, dia menjauhi Brama karena Angel tak ingin kehilangan seperti yang terjadi pada Fahmi, walau pun dia tidak akan membandingkan keduanya. Angel hanya tidak mau hal itu terulang lagi. Setelah membuka mata, menghela napas dan menyisirkan rambutnya yang basah itu ke belakang dengan tangan kanan, Angel memandang depan. "Tak apa, Bram. Kamu nggak perlu tahu," jawab Angel. Jawaban itu membuat Brama kembali menghampiri Angel dan dia berdiri di hadapan Angel dengan posisi menyamping, sedangkan Angel dia menoleh kepada Brama. Namun, matanya memandang ke arah lain. Brama pun mengangkat dagu Angel dengan jari telunjuknya agar dia dapat memandang wajahnya. "Kalau kamu nggak mau mejawab atas pertanyaanku, biar aku cari tahu sendiri, Ngel," kata Brama masih dengan posisi yang sama. 🌼🌼 Kisah ini berlanjut, Brama dan Angel semakin dalam untuk mencari jawaban tersebut. Apakah jawaban itu?
All Rights Reserved
#270
disabilitas
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Korban silaturahmi [TAMAT]
  • [ ✓ ] Fathir : Ada Tapi Tak Di Anggap
  • DIARY DEPRESIKU
  • Angel(o)
  • Pelangi Tanpa Warna | Segera Terbit
  • Boyfriend
  • Pelangi untuk Hujan(on going)
  • Albel
  • DEPRESSION
  • Archetypal [Terbit]

[Selamat membaca] ◌Dalam tahap revisi◌ Angin berhembus menerpa rambut Glory, rumput dan bunga bergoyang seakan menikmati suasana tenang. "Maafkan gue yang dulu dan sekarang." Gio menatap Glory sekilas "Gue mencoba memaafkan nya." ucap Glory Semuanya hening, desiran angin menerpa rumput-rumput masih menemani mereka. "Kembalilah ke gue." Gio menggenggam tangan Glory. Namun Glory menepisnya "Sudah cukup sandiwaranya? tidak ada yang perlu di katakan lagi? Gue pulang.besok hari bahagia." Glory bangkit dan meninggalkan Gio sendiri di sana. "Gue tau ini salah gue,Glory.tapi tolong mengerti keadaan dan situasi apa yang gue hadapi, sekali aja lu ngertiin posisi gue tapi lu gak pernah. Gak pernah ngertiin gue sama sekali." Teriak Gio prustasi Glory yang belum jauh dari sana menghela napas, "Gue tau gue gak pernah ngertiin lu makannya gue memilih menjauh dari lu, biar lu mendapatkan orang yang selalau bisa mengerti situasi dan keadaan lu." Glory mengusap air matanya dan berlari pulang. Cerita seseorang yang mengorbankan segalanya demi mendapatkan cinta sejati, cinta bukan hanya sekedar kasih sayang dan takut kehilangan. Namun sebuah kata yang sangat berarti di kehidupan. saling melangkapi, memahami satu sama lain dan menerima kekurangan dan kelebihan. Tidak bersatu bukan mungkin berpisah tapi batas dan adanya jarak yang mempersulit mereka. Situasi, keadaan tidak mendukung mereka untuk bersama.

More details
WpActionLinkContent Guidelines