Mengurai Benang Kusut

Mengurai Benang Kusut

  • WpView
    přečtení 22
  • WpVote
    Hlasy 0
  • WpPart
    Části 3
WpMetadataReadDokončeno ned, pro 31, 2023
Hidup ini penuh pertanyaan. Kesulitan dibumbui dengan keyakinan diri dan bisa beradaptasi. Gagal? bukan berarti sudahi, berakhir skak mat... Bukan! Kesalahan dan kegagalan itu menjadi bekal kita untuk memulai wancana. Kita tak selamanya nyaman bagaikan dirumah. Tak perduli nyata ataupun liput media, mereka sama kerasnya, jika dijalani dengan seonggok rasa, yakni rasa kehidupan. Akan kah diri mau melanjutkannya, atau berhenti dan dicap bagaikan pecundang? Akankah diri bisa memeluk diri dan berbangga dengan diri kita sendiri? Walaupun tahu, kita tak ada yang menyayangi sepenuh hati. Kecuali diri kita sendiri. Berbagai puitis kata elok melekat di sajaknya. Sinopsis pun karam kan akhir ide ceritanya. Sang penulis mematahkan mata penanya. Inilah Mengurai Benang Kusut. Perjalanan hidup yang tak dilihat hanya hasilnya, namun proses dan lika-liku pedihnya dan lukanya. Kumpulan puisi yang telah habis akan cerita fiksinya, kucoba perlahan satukan. Walaupun masih menjadi benang kusut. Seperti hidupku yang tak tertenun, terus kusut. Ig: rasalanu_ Tiktok: RasaLanu
Všechna práva vyhrazena
#24
puisikehidupan
WpChevronRight
Připoj se k největší komunitě vypravěčůZískej personalizovaná doporučení příběhů, ukládej si oblíbené do své knihovny a komentováním i hlasováním buduj komunitu.
Ilustrace

Taky se ti může líbit

  • Shadows of Love
  • Narasi patah hati
  • Aksara Tak Bertuan
  • Red
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Luka Lara Luna || END
  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Mahligai Sunyi
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

Ketika kalian mendengar kata "pernikahan", apa yang terlintas dalam benak kalian? Kehidupan yang penuh cinta? Dua insan yang menyatu dalam harmoni? Atau barangkali, cinta sejati yang abadi? Namun, bagaimana jika kenyataannya berbeda? "Mari kita bercerai." Suara itu terdengar tegas, namun ada jejak kelelahan di dalamnya. "Bercerai?" Tanya itu meluncur, disertai kebingungan yang terpancar dari matanya. "Ya. Sudah cukup. Empat tahun kita hidup dalam kebersamaan yang terasa begitu asing." "Tidak." Jawaban itu datang dengan ketegasan yang tak terduga. "Kalau begitu, apa yang kau inginkan dariku?" Tanya itu nyaris seperti sebuah tantangan, dilontarkan dengan nada frustrasi. "Aku hanya pengantin pengganti... Kau tahu itu sejak awal. Tidak ada cinta, hanya kewajiban." Matanya bergetar, mencoba menahan emosi yang hampir tumpah. Pria itu menatapnya tajam, bibirnya menipis seolah sedang menahan sesuatu.

Více informací
WpActionLinkPokyny k obsahu