Mengurai Benang Kusut

Mengurai Benang Kusut

  • WpView
    Reads 25
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 31, 2023
WpInfo
Poetry
Hidup ini penuh pertanyaan. Kesulitan dibumbui dengan keyakinan diri dan bisa beradaptasi. Gagal? bukan berarti sudahi, berakhir skak mat... Bukan! Kesalahan dan kegagalan itu menjadi bekal kita untuk memulai wancana. Kita tak selamanya nyaman bagaikan dirumah. Tak perduli nyata ataupun liput media, mereka sama kerasnya, jika dijalani dengan seonggok rasa, yakni rasa kehidupan. Akan kah diri mau melanjutkannya, atau berhenti dan dicap bagaikan pecundang? Akankah diri bisa memeluk diri dan berbangga dengan diri kita sendiri? Walaupun tahu, kita tak ada yang menyayangi sepenuh hati. Kecuali diri kita sendiri. Berbagai puitis kata elok melekat di sajaknya. Sinopsis pun karam kan akhir ide ceritanya. Sang penulis mematahkan mata penanya. Inilah Mengurai Benang Kusut. Perjalanan hidup yang tak dilihat hanya hasilnya, namun proses dan lika-liku pedihnya dan lukanya. Kumpulan puisi yang telah habis akan cerita fiksinya, kucoba perlahan satukan. Walaupun masih menjadi benang kusut. Seperti hidupku yang tak tertenun, terus kusut. Ig: rasalanu_ Tiktok: RasaLanu
All Rights Reserved
#17
hinaan
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • DALAM DETAK (SELESAI)
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Our Journey To Love
  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Mahligai Sunyi
  • Aksara Tak Bertuan
  • Indonesian Poetry
  • pengendali hati
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓

[ CERITA DIPRIVASI ] Semua orang berlomba bergaya, bekerja, berkomunikasi demi mendapatkan satu rasa yang disebut; Cinta. Hingga lupa pada takdir yang tak selalu menuruti kehendak, sebab ada empunya. Kalau saja cinta selalu seindah bait puisi milik Penyair ternama, mungkin perjuangan benar tak ada artinya. Namun, lagi-lagi, konspirasi alam tak pernah memiliki jadwal. 'Ia' berputar semaunya. Mengitari manusia yang tanpa tahu malu terus berangan. Atau ... justru mendukung mereka para pesimis. Apakah ketika mencintai, kau selalu siap dengan patah hatinya? Hei, kedua hal itu adalah paket wajib yang tak akan bisa kau pilih salah satu. Percayalah, senikmat apa pun cinta yang kaurasa hari ini, kelak alam akan memintanya untuk menghancurkanmu. Menjadi kepingan raga, rasa yang hancur dan kau menderita. Apakah menakutkan? Tidak. Karena manusia selalu merasa dirinya yang terhebat. Berpikir mampu bertahan dalam duka yang teramat. Berangan mampu mengubah cinta menyiksa menjadi bahagia penuh euforia. Bukankah manusia itu makhluk paling serakah? Ia tidak pernah berpikir, kalau segala sesuatu memiliki batas. Kecuali, Sang Pencipta. Maka, beginilah ritmenya; Cinta-->Bahagia-->Jenuh-->Luka-->Mengakhiri/Memperbaiki? Selamat Membaca! Salam, Curious_ Ditulis-Diakhiri: Maret 2017

More details
WpActionLinkContent Guidelines