Mengurai Benang Kusut

Mengurai Benang Kusut

  • WpView
    Reads 23
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 3
WpMetadataReadComplete Sun, Dec 31, 2023
Hidup ini penuh pertanyaan. Kesulitan dibumbui dengan keyakinan diri dan bisa beradaptasi. Gagal? bukan berarti sudahi, berakhir skak mat... Bukan! Kesalahan dan kegagalan itu menjadi bekal kita untuk memulai wancana. Kita tak selamanya nyaman bagaikan dirumah. Tak perduli nyata ataupun liput media, mereka sama kerasnya, jika dijalani dengan seonggok rasa, yakni rasa kehidupan. Akan kah diri mau melanjutkannya, atau berhenti dan dicap bagaikan pecundang? Akankah diri bisa memeluk diri dan berbangga dengan diri kita sendiri? Walaupun tahu, kita tak ada yang menyayangi sepenuh hati. Kecuali diri kita sendiri. Berbagai puitis kata elok melekat di sajaknya. Sinopsis pun karam kan akhir ide ceritanya. Sang penulis mematahkan mata penanya. Inilah Mengurai Benang Kusut. Perjalanan hidup yang tak dilihat hanya hasilnya, namun proses dan lika-liku pedihnya dan lukanya. Kumpulan puisi yang telah habis akan cerita fiksinya, kucoba perlahan satukan. Walaupun masih menjadi benang kusut. Seperti hidupku yang tak tertenun, terus kusut. Ig: rasalanu_ Tiktok: RasaLanu
All Rights Reserved
#235
puisisedih
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dynamics Of The HEART (TAMAT)
  • Our Journey To Love
  • Yang Pernah Patah
  • Buku Ini Gak Konsisten, Tapi Ya Sudahlah
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • Kenapa Harus Aku?! || Kim Sunoo [END]✓
  • Satu Bait Tentang Hidup
  • Red

WAJIB FOLLOW SEBELUM BACA ⚠️ Menjadi suatu kemuliaan bagi seorang Aeraina Hawa ketika di cintai oleh lelaki yang sangat tahu caranya menepati janji. Di jaga selayaknya mahkota paling tinggi oleh keluarga besar. Namun untuk sampai di titik bahagia yang sesungguhnya. Seringkali realita tak sesuai keinginan. Selalu saja ada hal yang membuat hatinya goyah bahkan hampir roboh dan patah. Sebuah kebenaran yang lumrahnya memang teramat pahit untuk di terima. "Gue Asa," lelaki itu menyapa. "Saran gue, lo berhak kok kalau mau bales mereka yang udah nyakitin." "Membalas tidak akan membuatku lebih baik." Ini tentang wanita yang memiliki hati seluas semesta. Mengajarkan banyak hal tentang memberi maaf dan upaya mengikhlaskan. Hingga tiba suatu saat, dunia semakin keras mengajaknya berkelahi. Tanpa jeda dan tak ada henti. "Bunda... Wallahii.. Ini sakit." Maka jalan seperti apa yang akan Hawa pilih nanti? Diam atau melakukan perlawanan demi seseorang yang ia cintai? *** Ini bikinnya pakek keringat dan akal sendiri ya. Jadi jan coba-coba plagiat. Mari berkarya dengan hasil mandiri. Ayo semangat 🤏🏻 ⚠️Di larang keras plagiat

More details
WpActionLinkContent Guidelines