4 Tahun Untuk Sani

4 Tahun Untuk Sani

  • WpView
    Reads 928
  • WpVote
    Votes 753
  • WpPart
    Parts 14
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 30, 2023
San,untuk pertama kalinya di hidupku aku nangis sampai muntah sebab sakit hati, San,untuk pertama kalinya juga mataku sampai bengkak karnamu. 4 Agustus,hari dimana aku tidak ingin sama sekali mengingat kejadian itu di hidup ku lagi,hari dimana semuanya sudah sangat jelas kecantikan akan selalu menjadi pemenang persetan dengan ketulusanmu itu sama sekali tidak berguna. Hampir 3 tahun San,hampir 3 tahun aku menunggumu untuk membalas perasaan ku.Bahkan dulu sempat menyerah tapi kenapa kau tiba-tiba datang lagi untuk menyuruhku menunggumu?aku percaya ucapanmu saat itu "Tunggu aja,kita bakal bareng." Kau ingat bukan?atau sebaliknya?aku selalu menunggumu San,tapi akhirnya ternyata aku hanya membuang waktu selama itu. Selamat untukmu puan yang terpilih menjadi pasangannya,aku sangat bangga dan terpukau bisa-bisanya kau tak membutuhkan banyak waktu agar mendapatkannya,itu sangat hebat. Jaga dia yah?sebab bahagia Sani juga adalah bahagia ku,tolong jangan mainkan perasaannya dia sudah pasti sangat mencintaimu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • TITIK AKHIR.
  • Suddenly Marriage
  • Dia, Suamiku ✅
  • harapan yang pupus
  • Mengulang Waktu
  • Dear Senja
  • Sekali Lagi (End)
  • Sujud Terakhir
  • Sewindu
  • ZiAron [END]

"Aku hamil, Za." "Itu bukan tanggung jawab gue lagi!" "Kamu bilang akan tanggung jawab, Za!!" "Gue gak bisa, Maaf." "Jangan jadi brengsek kaya gini, Herza!" "Gue bilang, Gue udah gak bisa jalanin bareng Lo!!" "Terus gimana sama anak ini?" "Bukan tanggung jawab gue. Lo urus sendiri." "Karena cewek itu? Kamu tinggalin aku dalam keadaan hamil. IYA? JAWAB HERZA!!" "STOP! KITA PUTUS!" •• "Mau sampai kapan diem-diem kaya gini? kamu suami aku loh, Za." "Kamu hanya perlu memilih satu diantara aku dan dia" "Tidak bisa, gue cintai dia, Tapi gue gak mau di benci bunda." •• Aku kira jalan yang aku pilih adalah jalan menuju bahagia, namun ternyata salah, jalan itu adalah jalan yang membawa ku ke lautan luka. Dan, Ini lah TITIK AKHIR dari semuanya. Pergi dari hidup mu adalah jalan yang terbaik untuk diri ku. -Meysha Fizria ••

More details
WpActionLinkContent Guidelines