Lost Home (On Going)

Lost Home (On Going)

  • WpView
    LECTURES 54
  • WpVote
    Votes 17
  • WpPart
    Chapitres 4
WpMetadataReadEn cours d'écriture
WpMetadataNoticeDernière publication lun., janv. 1, 2024
Kisah 4 anak remaja yang membuat pertemanan erat hingga membentuk rumah. Erisha yang selalu dijadikan pelampiasan orang tuanya dan dibenci seluruh keluarga. Dia tidak punya rumah yang terdapat keluarga. Tetapi dia punya rumah yang terdapat teman senantiasa susah senang bersama. Erisha mempunyai banyak trauma dan masalah. Di obati dengan para temannya. "Semoga kita bisa bareng sampai tua di rumah pohon ini, ya" Kejadian yang mengerikan sepanjang hidup mereka terjadi. Kejadian itu merenggut banyak nyawa. "Erisha, tutup mata dan pegang erat tangan gua"
Tous Droits Réservés
#612
pembullyan
WpChevronRight
Rejoignez la plus grande communauté de conteursObtiens des recommandations personnalisées d'histoires, enregistre tes préférées dans ta bibliothèque, commente et vote pour développer ta communauté.
Illustration

Vous aimerez aussi

  • Renjana [COMPLETED]
  • Egois
  • KISAH DI BALIK PINTU || NCT DREAM [✓]
  • Fake Smile | Lee Jeno
  • Luka Naren.
  • 7 Lentera Nenek [NCT Dream]
  • Jung Son's Journey ✔️
  • Sulung
  • 4G (in the House)
  • Don't hate me || Jeno Jaemin [END]

Pada malam paling temaram yang pernah seorang anak jumpai adalah kehilangan sepenggal bait kehangatan yang sepatutnya terus membersamai. Seorang anak yang sudah cukup dewasa sebagai pengganti bapak, seorang anak lain yang baru saja memasuki runyamnya semester tanggung di bangku perguruan tinggi, seorang lainnya lagi baru saja bersuka cita telah memasuki mimpi para anak muda seusia adiknya untuk melepas seragam sekolah, seorangnya lagi baru saja merasa bahwa masa SMA adalah kebebasannya, seorang lainnya lagi masih berkutat dengan permainan remaja tanggung di bangku menengah pertama, satu yang lain masih bersenang-senang pada masa anak-anak yang hendak remaja, dan satu lainnya yang terakhir masih bahagia dimanjakan dengan rambut yang terbelah dua. Namun pada hari itu, nyatanya semesta memberinya segenggam ujian yang harus ditanggung bersama karena kepergian ibunda. Syair-syair elegi selanjutnya mengiringi langkah mereka, mengantarkan satu tubuh yang sudah kaku karena kehilangan ruhnya. Mengantarkan keberangkatan sang ibunda pada tempat paling jauh yang tak bisa mereka singgahi untuk sekadar melepas rindu yang menumpuk dibalik pakaian basah yang baru dicuci, dibalik tumpukan piring kotor yang hendak dibersihkan. Dan lainnya yang menumpuk dan terus menumpuk, membiarkan hati mereka berat diduduki rindu yang tak pernah habis. Dan kemudian luka-luka tak pernah bisa disembuhkan waktu, ketujuh warna dalam keluarga Nawasena berakhir temaram dan kehilangan sukmanya. ©Jeta An Alternate Universe Renjana, 2021

Plus d’Infos
WpActionLinkDirectives de Contenu