NING KEMBAR

NING KEMBAR

  • WpView
    Reads 2,579
  • WpVote
    Votes 731
  • WpPart
    Parts 20
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Mon, May 18, 2026
WpInfo
Fiction
Social Themes
Religion and Spirituality
Family Life
Growth and Self-Discovery
"Terkadang, lebih baik merelakan dan membiarkan Tuhan yang menuliskan akhir ceritanya." ​Bagi Khansa, persahabatan adalah hafalan yang tak boleh hilang, dan keluarga adalah tempatnya pulang. Namun, bagaimana jika sahabatnya memilih pergi demi orang baru? Dan bagaimana jika keluarganya justru menjadi tempat lahirnya kebohongan paling besar dalam hidupnya? ​Merelakan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan begitu saja. Ia adalah keinginan yang kuat untuk bangkit dari puing-puing kekecewaan. ​Di antara air mata yang membasahi niqabnya dan rahasia yang mulai tersingkap, Khansa bertanya-tanya: Apakah ia benar-benar berharga, atau selama ini ia hanya asing di tengah orang-orang yang dicintainya? Happy reading guys💐
All Rights Reserved
#8
ningpesantren
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Bumi Kaffah [End]
  • Ku Jemput Engkau di Sepertiga Malam
  • Janji Surgaku (TAMAT)
  • Cintaku Serumit Itu
  • ALIF (TERBIT)
  • Promise
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]
  • KHAZARA (On Going)
  • 2021 | Hujan di Halaman Asrama [END]
  • Maafkann [END]

[PART MASIH LENGKAP] Bukan perjodohan dan bukan pula landasan cinta. Namun, di usianya yang menginjak 22 tahun, Almahira menerima lamaran seseorang yang tidak ia kenal. Seseorang yang mengubah cara pandangannya kepada dunia dan menambah kecintaannya kepada pencipta alam semesta. Kaffah Zayyan Pranuraga. Nama yang sangat indah, seindah langit senja yang enggan menghilang di batas cakrawala. Ketidakmampuannya mengambil sebuah tanggung jawab menjadi seorang suami, membuat dirinya menghantarkan seseorang yang baru saja menjadi istrinya dalam semalam ke negara asing. Perlahan demi perlahan menunggu bersabar, dan menanti kepulangan sang istri. Akankah pernikahan yang sudah berjalan 4 tahun lamanya, dapat keduanya pertahankan? Ataukah kedua insan yang menjalin sebuah ikatan halal, memilih melepaskan begitu saja tanpa adanya landasan cinta, bahkan jauh sebelum mereka bersama? ~~~ "Kembalilah jika urusanmu sudah selesai. Saya akan selalu menanti kepulangan kamu, Hana. Pergilah. Dan cukup ingat satu hal ini. Setiap langkah yang akan kamu lalui satu-persatu, selalu ada Allah bersamamu. Dan ada ridho suamimu yang akan menanti gelar impianmu untuk kamu bawa pulang. Pergilah Hana, suamimu ridho atas langkah yang akan kamu ambil. Fii hifzillah, fii amanillah. Semoga dengan izin Allah, kita akan di pertemukan kembali. Di rumah ini." -Kaffah Zayyan Pranuraga. ~~~ "Ridho kah engkau mengirim istrimu ke negara lain, dimana islam masih sangat asing. Bahkan aku sendiripun ragu, engkau ridho akan kepergianku." -Almahira Hana Muhadzabah. ~~~ [Revisi setelah Tamat] Start : 30 November 2024 End : -

More details
WpActionLinkContent Guidelines