Ning Kembar

Ning Kembar

  • WpView
    Membaca 2,228
  • WpVote
    Vote 704
  • WpPart
    Bab 18
WpMetadataReadBersambung
WpMetadataNoticePublikasi terakhir Min, Jun 2, 2024
"Terkadang, lebih baik merelakan dan membiarkan Tuhan yang menuliskan akhir ceritanya." ​Bagi Khansa, persahabatan adalah hafalan yang tak boleh hilang, dan keluarga adalah tempatnya pulang. Namun, bagaimana jika sahabatnya memilih pergi demi orang baru? Dan bagaimana jika keluarganya justru menjadi tempat lahirnya kebohongan paling besar dalam hidupnya? ​Merelakan bukanlah sesuatu yang bisa dilakukan begitu saja. Ia adalah keinginan yang kuat untuk bangkit dari puing-puing kekecewaan. ​Di antara air mata yang membasahi niqabnya dan rahasia yang mulai tersingkap, Khansa bertanya-tanya: Apakah ia benar-benar berharga, atau selama ini ia hanya asing di tengah orang-orang yang dicintainya? ****** Start: 10 Januari 2024 Finish: - ******
Seluruh Hak Cipta Dilindungi Undang-Undang
#74
perpisahan
WpChevronRight
Bergabunglah dengan komunitas bercerita terbesarDapatkan rekomendasi cerita yang dipersonalisasi, simpan cerita favoritmu ke perpustakaan, dan berikan komentar serta vote untuk membangun komunitasmu.
Illustration

anda mungkin juga menyukai

  • Back to Istiqomah [END]
  • Cintaku Serumit Itu
  • Ku Jemput Engkau di Sepertiga Malam
  • KHAZARA (On Going)
  • Janji Surgaku (TAMAT)
  • ALIF (TERBIT)
  • AZALEA
  • Our Secret [SUDAH TERBIT]
  • Maafkann [END]
  • Dirimu? Cinta Halalku [ADA DI DREAME]

"Ketika kamu merasakan kesulitan untuk istiqomah, ingatlah kelak kamu akan menemukan sebuah akhir yang indah." --- Lahir dari keluarga kaya memang menyenangkan. Sejak kecil bergelimang kemewahan. Selalu diselimuti kemanjaan. Apa yang diinginkan tinggal membalikkan tangan. Kurang apalagi hidupnya? Ilmu pun juga didapat dari orang tua terhebat. Bertahun tahun penuh kemewahan, dibarengi dengan hati yang penuh kebahagiaan. Hingga suatu insiden membuat hidupnya diambang kehancuran. Cacian dan makian selalu saja ia dengar. Belum lagi kedua orang tuanya marah besar. Dari kejadian itulah yang mengantarkannya ke tempat bernama pondok pesantren. Ini tentang dia yang berusaha kembali ke jalan yang diridhai Allah. --- Started : 25 April 2020 Finished : 24 Juni 2020

Detail lengkap
WpActionLinkPanduan Muatan