HOME
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 30, 2023
Rumah yang katanya tempat untuk bersinggah paling nyaman dan aman nyatanya tidak sepenuhnya seperti yang diucapkan orang orang. Di rumah ini menjadi saksi bisu bagaimana ia diperlakukan seperti sampah, dipukul, caci maki, diasingkan oleh seluruh Keluarga nya. Nala Amesaawa, nama yang sangat indah namun tidak dengan kisah kehidupannya. Semenjak kecil Nala selalu mendapatkan perlakuan buruk oleh Keluarganya, pukulan dan caci maki sudah menjadi makanan hariannya, bagi Nala rumah bukanlah tempat yang nyaman dan aman seperti kata orang orang. Nala hanya menginginkan kebahagiaan memeluknya bukan pukulan bahkan caci makian setiap hari. DISCLAIMER: -hanya cerita fiksi -pure ide dari author -idol hanya sebatas visualisasi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • SANA
  • DIMANA RUMAHKU
  • When Two Hearts Collide
  • Naura & Lukanya
  • Bukan Rumah
  • Arranged Marriage?! {Katsuki Bakugo x y/n}
  • Takdir Cinta yang Tersurat (TAMAT)
SANA

(A Seri SANA 1) Diculik oleh pria tampan, seksi dan pemarah? Alana Adijaya tidak pernah menyangka jika dirinya akan menjadi korban penculikan. Ia selalu berpikir bahwa dirinya akan menjadi satu-satunya manusia yang aman, hanya pemeran utama lah yang akan tertindas, diculik dan dibully. Padahal dalam kata lain. "Kita akan menjadi pemeran utama dalam kehidupan kita sendiri." Namun hal yang paling tidak menduganya adalah ketika Alana menyadari jika sang penculik ternyata sangat tampan dan seksi? Kesan pertama gadis itu, ia merasa pria itu turun dari langit dan hanya diciptakan untuknya--agak berlebihan, memang. Satya Aditama, itulah nama si penculik yang berhasil memikat hati Alana saat pertama kali bertemu. Si penculik yang tak berekspresi, tak tertawa, tak bersedih, tak tersenyum, mungkin juga tak jatuh cinta. Warna favorit nya adalah hitam--sama dengan dunianya yang gelap itu. --- "Hey.. Kenapa kau menculikku?!" geram Alana pada pria itu, akan tetapi dia hanya menaikan kedua pundaknya seolah menjawab, "Tidak tahu..." "Terus apa motif mu?" "Ingin saja." "Si anjir..." Bagaimana kisahnya? HAPPY READING 🖤 A Story By Icha Amelia

More details
WpActionLinkContent Guidelines