HOME
  • WpView
    Reads 3
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sat, Dec 30, 2023
WpInfo
Fanfic
Rumah yang katanya tempat untuk bersinggah paling nyaman dan aman nyatanya tidak sepenuhnya seperti yang diucapkan orang orang. Di rumah ini menjadi saksi bisu bagaimana ia diperlakukan seperti sampah, dipukul, caci maki, diasingkan oleh seluruh Keluarga nya. Nala Amesaawa, nama yang sangat indah namun tidak dengan kisah kehidupannya. Semenjak kecil Nala selalu mendapatkan perlakuan buruk oleh Keluarganya, pukulan dan caci maki sudah menjadi makanan hariannya, bagi Nala rumah bukanlah tempat yang nyaman dan aman seperti kata orang orang. Nala hanya menginginkan kebahagiaan memeluknya bukan pukulan bahkan caci makian setiap hari. DISCLAIMER: -hanya cerita fiksi -pure ide dari author -idol hanya sebatas visualisasi
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Naura & Lukanya
  • The Secret In Naely Albert's Life (Sedang Di Revisi)
  • MY AMYGDALA : Elnaura Indriana Syailendra
  • About Nala [Selesai]
  • DIMANA RUMAHKU
  • TAMAT - My Sister Diary
  • Suffering Of Life (Revisi)
  • SANA

⚠️⚠️⚠️⚠️ PERINGATAN: Cerita ini murni hasil pemikiran pribadi penulis. Jika terdapat kesamaan nama tokoh, alur, tempat, maupun kejadian, hal tersebut murni kebetulan dan di luar kendali penulis. Naura dan Lukanya adalah cerita tentang seorang perempuan yang terlalu lama memeluk lukanya sendirian. Tentang hati yang terbiasa pura-pura kuat, meski diam-diam hancur setiap malam. Naura tumbuh bersama kehilangan, kekecewaan, dan rasa sakit yang perlahan mengubahnya menjadi seseorang yang sulit percaya bahwa dirinya pantas dicintai dengan utuh. Hingga sebuah pertemuan yang awalnya terasa salah mempertemukannya dengan seseorang yang tidak pernah ia duga akan menjadi rumah. Pertemuan yang datang di waktu paling kacau, dengan cara yang tidak baik-baik saja, namun justru membawa mereka saling menemukan bagian diri yang selama ini hilang. Ia hadir bukan untuk menghapus luka Naura, melainkan menemani setiap proses sembuhnya. Memahami semua sisi rumit yang bahkan sulit dijelaskan dengan kata-kata. Tetap tinggal ketika dunia memilih pergi. Dan untuk pertama kalinya, Naura belajar bahwa dicintai tidak selalu harus menjadi sempurna terlebih dahulu. Karena terkadang, orang yang tepat datang bukan dengan cara yang indah. Namun hadir di saat paling hancur, lalu perlahan mengajarkan bahwa luka juga pantas dipeluk, bukan disembunyikan sendirian.

More details
WpActionLinkContent Guidelines