Toxic Life

Toxic Life

  • WpView
    LECTURI 17
  • WpVote
    Voturi 3
  • WpPart
    Capitole 4
WpMetadataReadPentru adulțiComplet vin, ian 19, 2024
"Kau tau punya anak sepertimu itu sebuah kesalahan terbesar bagiku!" "Seseorang pembunuh sebaiknya mati juga harus dibunuh!" "Kenapa tidak kau yang mati saja?! Dasar anak menyusahkan!" "Ck, enyah aja lo dari bumi! Bumi ga akan kekurangan manusia! Apalagi manusia yang nyusahin kayak lo gini!" "Mati aja lo sana! Ga guna! Nyampahin dunia aja!" Sampai kapan penderitaan ini berhenti tuhan? Aku lelah... sungguh.
Toate drepturile rezervate
Alătură-te celei mai largi comunități de povestiri din lumePrimește recomandări personalizate de povești, salvează-ți favoritele în biblioteca ta și comentează și votează pentru a-ți dezvolta comunitatea.
Illustration

S-ar putea să-ți placă și

  • Argasha [ON GOING]
  • Anatasya (END✓)
  • This Is Not My House
  • Abi&Amaira(On Going)
  • Bumi ; The Hurt
  • senyuman palsu -Tamat-
  • ANGEL (END)
  • Saat Semua Orang Berpaling
  • Merindukan senja

[BUDAYAKAN FOLLOW DULU BARU BACA] Kisah dua remaja yang sama-sama memiliki keluarga yang tidak utuh. Luka dan kecewa sudah seperti lauk sehari-hari. Tetapi setiap manusia memiliki sudut pandang dan caranya masing-masing dalam menghadapi masalah. Begitupun dengan keduanya. "Gue benci takdir. Gue benci tuhan, Ga" Arga menggelengkan kepalanya, "Lo boleh marah, Lo boleh membenci takdir. Tapi tidak dengan penciptanya, Sha." "Lo gak tau betapa beratnya jadi gue, Ga! Lo gak tau gimana susahnya buat senyum! Lo gak tau, Ga." Lirih Asha. "Asha, asal Lo tau. Ada jutaan manusia di bumi, setiap orang punya masalah nya masing-masing. Dan gak sedikit juga yang lebih susah dari Lo." Arga menggenggam erat tangan Asha. "Ikhlasin. Belajar untuk ikhlas. Dekatin diri Lo sama tuhan, maka Tuhan akan menemani Lo disetiap langkah Lo. Trust me, Sha." . . .

Mai multe detalii
WpActionLinkLinii directoare referitoare la conținut