Sebentar yang Berarti Lama

Sebentar yang Berarti Lama

  • WpView
    Reads 76
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 7, 2024
WpInfo
Poetry
Aku bangun tidur. Kesadaran adalah listrik padam. Putusannya memejamkan cerita hitam putih kotak dalam kecil tabung mimpi semalam. Kuusap mataku, sekali lalu berkali-kali- masihkah aku mampu membaca ucapan selamat pagimu: teramat kabur. Tidak jelas benar antara bahasamu dan hantu di ingatanku. Aku seduh teh hangat- bukan chamomile. Aku alpa entah dari jenis teh mana - perasaan suka menghapus nama. Lengan uapnya terasa serupa rangkaian jemari yang berusaha menyentuh leherku yang kedinginan. Ini menu pagiku: secangkir teh hangat yang tak kuingat jenisnya kecuali mesra hangatnya. Aku buka gawaiku. Harapan orang-orang hilir mudik seperti mobil di libur panjang- padat dan memuakkan. Harapan tahun lalu untuk tahun depan, atau untuk selamanya pulang-pergi diulangi. Kenapa harus ada perbaikan harapan jika keinginan bisa bertahun-tahun bertahan jadi tujuan daripada kemampuan? Nanti malam akhir tahun. Kembang api. Pekik terompet. Kemacetan. Titik nol. Hitungan mundur. Semua orang menyukai kesesakan jalan daripada sepi jarak dua kursi di balkoni yang akan menguping apa rencana kita selanjutnya. Besok berganti tahun. Dan sebelum itu, aku perlu memastikan bahwa aku kan bertahan bertahun-tahun dengan atau tanpamu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Dalam Bayangan Ketakutan: Kumpulan Kisah
  • DUNWICH
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)
  • My Sister Is Mine (Werewolf)
  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • The Crescent Moon (Moon Series #2)
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL

Suara gemerincingan kunci terdengar di malam yang sepi dan sunyi. Tanpa diduga, pintu mulai terbuka perlahan-lahan, dan seolah-olah ada yang masuk ke dalam ruangan. Suasana menjadi dingin dan terasa menusuk, dan terdengarlah suara menggema: "Aku adalah hantu yang selalu menghantui kau di setiap langkahmu. Kau takkan bisa kabur dariku, bahkan dalam mimpimu sekalipun." Perasaan takut semakin menguasai pikiran, membuat bulu kuduk merinding dan jantung berdegup kencang. Semua itu terjadi dalam sekejap, dan tiba-tiba pintu itu menutup dengan sendirinya, meninggalkan keheningan yang menyeramkan.

More details
WpActionLinkContent Guidelines