Sebentar yang Berarti Lama

Sebentar yang Berarti Lama

  • WpView
    Reads 63
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 31
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Wed, Feb 7, 2024
Aku bangun tidur. Kesadaran adalah listrik padam. Putusannya memejamkan cerita hitam putih kotak dalam kecil tabung mimpi semalam. Kuusap mataku, sekali lalu berkali-kali- masihkah aku mampu membaca ucapan selamat pagimu: teramat kabur. Tidak jelas benar antara bahasamu dan hantu di ingatanku. Aku seduh teh hangat- bukan chamomile. Aku alpa entah dari jenis teh mana - perasaan suka menghapus nama. Lengan uapnya terasa serupa rangkaian jemari yang berusaha menyentuh leherku yang kedinginan. Ini menu pagiku: secangkir teh hangat yang tak kuingat jenisnya kecuali mesra hangatnya. Aku buka gawaiku. Harapan orang-orang hilir mudik seperti mobil di libur panjang- padat dan memuakkan. Harapan tahun lalu untuk tahun depan, atau untuk selamanya pulang-pergi diulangi. Kenapa harus ada perbaikan harapan jika keinginan bisa bertahun-tahun bertahan jadi tujuan daripada kemampuan? Nanti malam akhir tahun. Kembang api. Pekik terompet. Kemacetan. Titik nol. Hitungan mundur. Semua orang menyukai kesesakan jalan daripada sepi jarak dua kursi di balkoni yang akan menguping apa rencana kita selanjutnya. Besok berganti tahun. Dan sebelum itu, aku perlu memastikan bahwa aku kan bertahan bertahun-tahun dengan atau tanpamu.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • ANDAI AKU PUNYA KESEMPATAN LAGI (TAMAT)
  • NOESIS [END]
  • My Mate Is Little Wife (Selesai)
  • The Hunter's Moon (Moon Series #1)
  • Alpha Mate
  • WIZARD (Broken Butterfly) END
  • ROMANCE FROM HIGH SCHOOL

Ini tentang aku, seorang anak perempuan diselimuti rasa rindu, penyesalan, kekecewaan, dan sakit hati. Tentang aku yang memiliki jiwa rapuh. Mungkinkah ada obatnya? Jika, ya, aku berani membayar berapa pun untuk itu. Aku tidak bercanda. Aku serius. Aku butuh obat itu agar duniaku kembali sempurna walaupun tidak pernah sempurna semasa aku hidup di alam semesta yang penuh misteri ini. Namun, siapa sangka. Ada keajaiban datang dalam hidupku. Aku berhasil menemukan obat untuk luka di tubuhku ini. Akan tetapi, obat itu tidak bisa dibayar dengan uang. Obat itu hanya bisa dibayar dengan cara paling aneh di dunia. Aku harus rela mengorban hal yang paling aku sayangi dalam hidupku. Kenapa harus diberi pilihan? Jika pilihan itu tidak bisa membuat lukaku sepenuhnya sembuh! Lalu, apa maksudnya menunjukkan obat itu kepadaku. Aku tidak mengerti dengan semua permainan alam semesta kepadaku. Benar-benar tidak mengerti. Aku marah dan menyalahkan alam semesta atas semua rasa sakit dari lukaku ini. Namun, itu tidak ada gunanya. Kenapa? Semesta tidak pernah salah. Aku yang salah karena tidak pernah memandang dari berbagai sudut. Aku hanya memikirkan diriku sendiri. Aku tidak pernah memikirkan orang lain sekalipun aku menganggap diriku tidak seperti itu, tetapi aku tidak bisa menilai diriku sendiri sebab karakter seseorang hanya dapat dinilai oleh orang lain. Akibatnya dari semua itu, aku harus belajar meredahkan amarahku dengan cara mulai memahami tujuan dan rencana alam semesta kepadaku hingga aku sadar bahwa rasa luka di tubuhku ini adalah ulahku sendiri. Kenapa? Sebab selama aku hidup, aku tidak pernah bisa memanfaatkan diriku atas kematian orang yang paling aku cintai, yaitu Lamtiur, Papa. Sosok yang berhasil mengubah duniaku menjadi penuh warna.

More details
WpActionLinkContent Guidelines