Elipsis Karina

Elipsis Karina

  • WpView
    Reads 496
  • WpVote
    Votes 205
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 19, 2024
Tak sedikit wartawan dari berbagai media yang berkerumun mengarahkan kamera dan tak henti-hentinya melempar tanya pada Karina, akan tetapi gadis yang terlihat lugu itu masih juga diam menatap tenang dalam bisu seakan tidak peduli dengan keriuhan di depannya. Karina Rosalin dahulu ia hanyalah gadis biasa yang menjalani hidup seperti kebanyakan orang pada umumnya, di abaikan dan mengabaikan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-harinya. Namun semua telah berubah kala sajak yang dirinya tulis dan lantunkan dalam sebuah lagu kini telah mempesona begitu banyak orang hingga dirinya menjadi sangat terkenal. Akan tetapi tak banyak yang tahu kalau sajak yang Rina nyanyikan tersebut memiliki kisah di balik maknanya yang begitu dalam. Kisah yang Karina lihat juga alami sendiri dalam perjalanan hidupnya.
All Rights Reserved
#2
nubarcandupena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Di Antara Tawa dan Tragedi
  • ALLAND
  • Kisah Asmara Kaum Rebahan Vs Tukang ngambek
  • TRAUMA
  • I AM YOURS    [ TAMAT ]
  • Sepotong Kata yang Tak Selesai
  • Contract Lover
  • Salah Paham [TAMAT]

Di balik semarak kehidupan remaja masa kini-dengan media sosial, deretan target nilai sempurna, dan tawa di antara bangku sekolah-tersimpan cerita yang tak terucap. Dulu, namanya adalah tawa. Gemericik riang yang tak pernah pudar, seolah hidup hanya tentang matahari dan permen kapas. Nasya Zevillia Alesya, gadis dengan senyum selebar cakrawala, tak pernah tahu bahwa di sudut takdir, sebuah badai telah menunggu. Badai yang akan merenggut suaranya, mematahkan langkahnya, dan mengukir luka tak berdarah di kedalaman jiwanya. Ia akan belajar bahwa hidup adalah rangkaian kehilangan, bahwa cinta bisa datang dari tempat tak terduga, dan bahwa ingatan-bahkan yang paling menyakitkan sekalipun-adalah kunci untuk menemukan siapa dirinya yang sesungguhnya. Sebelum semua itu terjadi, dia hanyalah seorang gadis yang mengira dunia itu sederhana. Ia belum tahu, bagaimana rasanya menjadi bekas luka tak berdarah. Ini bukan hanya kisah tentang tumbuh dewasa. Ini kisah tentang bertahan-dengan tawa, air mata, dan luka yang belum sembuh. oOo "Dia bilang mataku sayu seperti dihantui, aku bilang aku tidak tidur, karena mimpi-mimpi ku hancur."

More details
WpActionLinkContent Guidelines