Elipsis Karina

Elipsis Karina

  • WpView
    Reads 499
  • WpVote
    Votes 205
  • WpPart
    Parts 21
WpMetadataReadComplete Fri, Jan 19, 2024
Tak sedikit wartawan dari berbagai media yang berkerumun mengarahkan kamera dan tak henti-hentinya melempar tanya pada Karina, akan tetapi gadis yang terlihat lugu itu masih juga diam menatap tenang dalam bisu seakan tidak peduli dengan keriuhan di depannya. Karina Rosalin dahulu ia hanyalah gadis biasa yang menjalani hidup seperti kebanyakan orang pada umumnya, di abaikan dan mengabaikan adalah hal yang lumrah dalam kehidupan sehari-harinya. Namun semua telah berubah kala sajak yang dirinya tulis dan lantunkan dalam sebuah lagu kini telah mempesona begitu banyak orang hingga dirinya menjadi sangat terkenal. Akan tetapi tak banyak yang tahu kalau sajak yang Rina nyanyikan tersebut memiliki kisah di balik maknanya yang begitu dalam. Kisah yang Karina lihat juga alami sendiri dalam perjalanan hidupnya.
All Rights Reserved
#5
nubarcandupena
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Karin(COMPLETED)
  • AKU HANYA UNTUK NAURA
  • Hey, Look Here! [SUDAH TERBIT]
  • Blooming Baby
  • 𝑨𝑹𝑨𝑲𝑯𝑨 [TERBIT]
  • KARIN'S
  • Contract Lover
  • KARINA(COMPLETED)
  • Naura & Lukanya
  • ALLAND

"Karin. cewe cantik tapi misterius, gak pernah ngomong, pake masker, dan anti sosial banget. menarik juga," Gumam Alfa sambil tersenyum. ~~~~ Dia Karin. Karina Gunaikes Advendita Radenia Saputri. Seorang gadis cantik dari keluarga Gunaikes. Namanya yang panjang dan cukup rumit seakan menggambarkan kehidupannya yang rumit. Meski cantik dan memiliki harta yang berlimpah, ternyata tak menjamin kebahagiaan untuknya. Hingga suatu hari, ia bertemu dengan lelaki berjambul dengan kulit putih yang bernama Alfainaz Yahza Pratama. Lelaki itu mengubah warna hidupnya. Dari suram menjadi berwarna. Hingga suatu saat, Karin diculik oleh 'Senja'. Tapi seperti yang kita ketahui, bahwa: "Tak ada pelangi jika tak ada hujan. Tak ada kebahagiaan jika tak ada penderitaan." (Start write: 18 Desember 2018)

More details
WpActionLinkContent Guidelines