Patience

Patience

  • WpView
    Reads 17,708
  • WpVote
    Votes 1,280
  • WpPart
    Parts 9
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Fri, Feb 9, 2024
WpInfo
Fiction
Romance
Hujan turun pelan, merembes ke tanah yang mulai lembab. Langit kelabu, seperti menggambarkan sesuatu yang sudah lama terkubur-kesepian, harapan yang pudar, dan luka yang tak pernah sembuh. Samuel berdiri di antara dua rumah, tapi tidak satupun yang benar-benar menjadi miliknya. Seumur hidupnya, dia hanya mengenal satu tempat: rumah neneknya. Di sana, dia tumbuh tanpa janji-janji manis, tanpa pelukan seorang ayah, tanpa suara lembut seorang ibu. Dunia mengajarkannya satu hal: bertahan adalah kewajiban, bukan pilihan. Lalu, segalanya berubah. Pria yang seharusnya menjadi ayahnya datang, menawarkan sesuatu yang disebut keluarga. Kata-kata itu terdengar indah, tapi kosong. Rumah yang seharusnya menjadi tempatnya pulang terasa lebih asing dari jalanan yang biasa ia lewati sendirian. Tatapan mereka penuh tanya, seolah kehadirannya adalah kesalahan yang tak pernah bisa mereka terima. Langkahnya ringan, tapi hatinya berat. Ia ingin percaya, ingin menjadi bagian, tapi batas antara harapan dan kenyataan terlalu jauh untuk dijangkau. Kesabaran, katanya. Sabar untuk diterima, sabar untuk dipahami. Tapi sampai kapan? Sebab, bahkan keberadaannya sendiri terasa seperti sebuah kesalahan. 1/1/24 || foto berasal dri pin || {slow up}
All Rights Reserved
#216
acuh
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Become an Extra or Main Character [END]
  • DENNIES
  • Aseano Samudra [End]
  • Derena
  • Sejenak Luka
  • Perihal Waktu [ REVISI ]
  • Juan [REVISI]
  • acalapati
  • Before 180 Days ✓
  • Titik Hitam Dalam Nurani [END]

Sebuah pertanyaan. Bagaimana caranya untuk bahagia? . . . Seorang perempuan yang hidup tanpa kebahagaiaan, kini mendapatkannya dengan mudah. Caranya? Tidak ada. Kebahagiaannya itu lenyap seolah ditelan bumi sejak ia lahir dan membuka matanya. Kehidupannya yang miris sungguh sangat disayangkan. Tapi, satu kejadian yang ia anggap itu adalah awal kebahagiaannya adalah... Saat ayahnya sendiri yang mengambil nyawanya. Sebuah kebahagiaan yang perempuan itu dapatkan sekian lama, akhirnya lenyap lagi karena suatu hal yang kembali terulang. Dalam mimpinya, seorang gadis memberinya harapan dengan hidup bahagia bersama orang-orang yang akan mencintainya. Tapi itu pun kembali lenyap seakan kebahagiaan enggan untuk dimiliki oleh perempuan itu. • • • Apakah kehidupan keduanya ini bisa menebus penderitaannya? Jika bisa, bagaimana cara mempertahankannya? Dan jawabannya selalu, TIDAK. • • • " Katanya, kebahagiaan tidak bisa terus dimiliki. Layaknya roda berputar, semua hal bisa didapatkan, meski itu hal yang tidak diinginkan. Semua hal yang didapatkan tidak akan selalu hal baik. Baik di dunia manapun, hal baik tidak selalu tetap. Itu bukanlah hal yang kekal. Tidak perlu juga mencari apa itu kebahagiaan dan bagaimana cara mendapatkan kebahagiaan. Karena saat mensyukuri semua yang kita miliki, saat itu juga kita akan merasakan kebahagiaan dengan cukup." Ucap seseorang yang sudah terbiasa menerima kebahagiaan selama hidupnya dan tidak pernah tahu apa itu kesengsaraan. . . . ⚠️⚠️⚠️ →Cerita ini murni hasil imajinasi saya sendiri❗ →Tidak menerima plagiarisme dalam bentuk apapun❗ →Mohon maaf jika mungkin ada beberapa kata yang kurang tepat atau salah pengetikan, dan juga mungkin ada kesamaan dalam nama atau watak karakter. ⚠️⚠️⚠️ ♡♡♡

More details
WpActionLinkContent Guidelines