WRONG TIME

WRONG TIME

  • WpView
    Reads 10
  • WpVote
    Votes 0
  • WpPart
    Parts 1
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Tue, Jul 9, 2024
Perasaan tidak dapat di salahkan hanya saja waktu yang selalu salah. Perasaan yang di miliki Tere untuk orang yang sangat tidak mungkin bisa ia gapai, membuat ia harus terjebak dalam hubungan yang tidak ada kepastian. Kebohongan demi kebohongan, fakta demi fakta yang terus muncul membuat Tere frustasi. Pada akhirnya Tere telah memutuskan satu-satunya jalan yang tepat. Melepaskan.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Interweave
  • Cupikacu
  • I'm Not A Villainess
  • Certainty [REVISI & TERBIT]
  • Daniel Owns Me
  • LUKA (COMPLETED)✔️
  • Sampai Kita Jadian - Love on Repeat
  • Ruang Kenangan
  • Become an Extra or Main Character [END]
  • LIKE A FOOL

"Kamu tahu di usia berapa ibumu melahirkan kamu?" Thesa tahu. Namun, ia memilih untuk mengunci mulutnya rapat. "Delapan belas tahun." Opa menjawab dengan raut datar. "Di usia semuda itu dia sudah berani jadi pembangkang. Akibat dari itu masa depan ibumu hancur karena kesalahannya sendiri. Jadi, kamu sebagai anaknya jangan berani melawan saya kalau tidak ingin mengulangi kesalahan yang sama. Mengerti?" *** Seumur hidup Thesa tinggal di rumah opanya bersama oma tirinya. Dia tidak punya sosok ayah, tapi ibunya masih hidup. Wanita itu tidak pernah berada di sisinya sedari kecil. Namun, Thesa paham mengapa ibunya pergi. Dia hanyalah anak di luar nikah, apa pentingnya eksistensi Thesa dalam hidup sang ibu? Dan ketika opanya berusaha belajar dari masa lalu, tanpa sadar pria tua itu malah membawa Thesa ke jurang yang lebih dalam. Melangsungkan pertunangan demi menghindari kesalahan yang sama justru tidak membuat segalanya lebih baik. Buah jatuh tak jauh dari pohonnya, kata pria itu. Di usianya yang baru menginjak 17 tahun ia harus bertunangan. Thesa tidak punya keberanian untuk melawan sang opa yang sudah merawatnya sejak kecil. Sementara sedari dulu diam-diam Thesa menyimpan perasaan kepada Gamaliel, teman masa kecilnya. Bertahun-tahun perasaan itu terpendam, nyatanya semakin dalam hingga Thesa sendiri tidak tahu apakah ada jalan keluarnya. Lantas ketika pertunangan itu terlanjur berlangsung, apakah Thesa mampu menjalaninya? 12/05/23

More details
WpActionLinkContent Guidelines