just a random poet

just a random poet

  • WpView
    Reads 120
  • WpVote
    Votes 11
  • WpPart
    Parts 7
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Apr 16, 2026
01-01-2024 aku menulis ini pada 1 januari 2024, sore hari dikala hujan melanda. aku termenung menatap kosong tepi kamar dengan suasa sejuk dan mulai berfikir untuk menulis sesuatu yang ada di kepalaku. 02-03-2024 setelah pertama kali menulis, aku lalu menjadikan tempat ini sebagai wadah untukku menuangkan isi hatiku. Tempat untuk pelarianku dari sesuatu yang tak bisa aku katakan. walaupun terkesan aneh, akan tetapi aku menyukainya. Mungkin aku akan terus menggunakan aplikasi ini untuk menuliskan apa yang aku rasakan. 30-04-2024 aku merasa bahwa ini bukanlah pertemuan yang kebetulan, ntah mengapa sikapku menjadi aneh saat berada didekat dia. hatiku berdegup kencang seolah ingin mengatakan "aku sudah menunggu momen ini datang seumur hidupku". untukmu aku ucapkan terimakasih karena telah hadir di hidupku, tak ada lagi kata-kata yang bisa aku ucapkan untukmu. aku mencintaimu.
All Rights Reserved
#50
puisi
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • JAM 3 SORE
  • Marriage With Mr. Sehun [SehunYura] #BJPW
  • Sampai Sini [End]
  • Cinta Wanita Simpanan
  • MY MANJA GIRL [END✔]
  • Indigo Bobrok [SUDAH TERBIT]
  • ARLANDIRA (TAMAT)
  • Senja (Diangkat Dari Kisah Nyata)
  • BAPER {SELESAI}
  • Satu Bait Tentang Hidup

JANGAN LUPA FOLLOW DAN VOTE SETELAH MEMBACA‼️ 🌥️🌥️🌥️ Jam tiga sore. Hujan turun pelan-pelan. Langit kelabu, suara kelas yang riuh, dan satu orang yang selalu duduk di belakangnya. Berisik, nyeleneh, dan nyebelin. Tapi entah kenapa Naya tak pernah terganggu sedikit pun. Naya tidak tahu kapan tepatnya Aksa mulai masuk ke pikirannya. Mungkin sejak kertas origami berbentuk kodok itu muncul atau tulisan miring Aksa yang berkata "Ini nggak bisa menggonggong, tapi bisa lompat ke hatimu." Awalnya dia mengira Aksa hanya cowok absurd yang suka gambar bebek pakai helm di dinding toilet sekolah. Tapi lama-lama... langkah kakinya jadi yang paling ia kenali. Diam-diam jadi yang paling ia tunggu. Mereka bukan kisah cinta yang gegap gempita. Tidak ada janji manis. Tidak ada gombal yang bikin meleleh, hanya obrolan aneh yang bisa membuat rindu terus bertahan. Membuat perasaan tumbuh seperti hujan-pelan, tapi pasti meresap. Kisah mereka cuma tentang momen-momen kecil yang ternyata besar. Tentang sosok yang nggak sempurna, tapi justru bikin dunia seseorang terasa lebih hidup. Tentang pertemuan yang tak disengaja, kenangan yang tak bisa hilang, dan jarak yang kadang hadir bukan karena ruang, tapi karena waktu dan keberanian yang tertunda. *********** Selamat menelusuri jejak rasa yang tak pernah benar-benar pergi. Selamat membaca-semoga kamu temukan dirimu di sela-sela kisah ini. Jangan lupa tinggalkan jejakmu-vote, komen, dan bagikan kisah ini agar rindu tak hanya menjadi milik kita ❤️ NOTE : DILARANG PLAGIAT‼️

More details
WpActionLinkContent Guidelines