Tuhan, Aku Lelah dengan Diriku Sendiri

Tuhan, Aku Lelah dengan Diriku Sendiri

  • WpView
    Reads 1,509
  • WpVote
    Votes 343
  • WpPart
    Parts 13
WpMetadataReadOngoing
WpMetadataNoticeLast published Thu, Feb 8, 2024
WpInfo
Non-Fiction
"Lalu apalagi selanjutnya?" Aku tahu aku salah, aku paham dan aku tahu apa resikonya. Namun, apa yang harus aku lakukan? Jika bagian dari diriku tak bisa menghentikan itu semua? "Kamu bisa memulainya dari orang-orang di sekitarmu, pilihlah lingkungan yang baik" Jika perkataan itu ada, aku ingin bertanya pula "Lantas bagaimana jika yang membuat hancur adalah diriku sendiri?" Bisakah dunia memberikan jawaban atas segala hal yang aku ragukan untuk perbaiki? Semua ini tentang pertanyaan, aku harap dalam setiap bagian adalah jawaban dari kelelahan yang aku dan mungkin 'kamu' alami. Tanpa aku sadari, lawan terbesarku adalah diriku sendiri. -Asy
All Rights Reserved
#46
selfimprovement
WpChevronRight
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • Does Not Become Anything
  • Beautiful & Broken
  • Letters for Self
  • Breathe
  • PENGALAMAN KU, KISAH DIA
  • Kasih Nyaris Tak Sampai
  • Coretan Sera (HIATUS)
  • Aku (hampir) Menyerah ✔️ | END
  • Di Balik Nama Zella
  • Haruskah Mati? √PART LENGKAP [TERBIT]

_____stories; 2020. Ini bukan apa-apa. Hanya seorang anak perempuan terakhir yang sangat keras. Atas semua hal yang terjadi saat itu, aku tidak ingin menyalahkan siapa pun. Bukankah hidup dengan terus mengemban peran sebagai korban itu sangat menyedihkan? Kita hanya bisa mengendalikan apa yang bisa kita kontrol. Di luar itu kita tidak akan mampu. Bersikap apa adanya, dan biarkan semua mengalir dalam garis takdir yang seharusnya.

More details
WpActionLinkContent Guidelines