Ego Dalam Rumah

Ego Dalam Rumah

  • WpView
    Leituras 255
  • WpVote
    Votos 65
  • WpPart
    Capítulos 19
WpMetadataReadEm andamento
WpMetadataNoticeÚltima atualização sáb, jan 20, 2024
WpInfo
Ficção
Romance
Perjuangan menjadi single mom untuk dua anak perempuan yang emosinya masih sama-sama belum stabil tentunya bukan hal yang mudah. Dan sebagai anak sulung, Sharen berusaha memahami kesulitan yang dialami mamanya dengan cara membantu menjaga si bungsu tanpa menyebabkan keributan. Namun, ketika baru sedetik si bungsu lepas dari tangan sang mama, kondisi rumah menjadi sangat berisik akibat teriakan Sharen dan tangisan Brinda. Tiga kepala yang sama-sama keras sifatnya, akankah mereka berusaha untuk mengalah? Ini dia, perjuangan mama si alpha female mengasuh Sharenika yang tak mau dikalahkan dan si bungsu yang hobinya marah-marah.
Todos os Direitos Reservados
#3
nubarcandupena
WpChevronRight
Junte-se a maior comunidade de histórias do mundoTenha recomendações personalizadas, guarde as suas histórias favoritas na sua biblioteca e comente e vote para expandir a sua comunidade.
Illustration

Talvez você também goste

  •  HAZELA
  • Menikahi Sahabat Ibuku
  • Bukan Sugar Daddy(end)
  • Single Parents [Complete]
  • CLBK With Single Mom Judes
  • The Billionaire's Love
  • Quarter Love Crisis
  • Luka Yang Kupeluk Diam-Diam
  • MAMA KELINCI🐇(Yizhan) S3✔️
HAZELA

Hazela oleh sweedzz_ Hazela Abraham lahir sebagai seorang kembar, tapi hidupnya tak pernah seimbang seperti seharusnya. Di antara dua wajah yang serupa, hanya satu yang selalu mendapat cahaya. Dan itu bukan dirinya. Sejak kecil, Hazela terbiasa menjadi bayang-bayang Bianca, saudara kembarnya yang sempurna, cerah, dan selalu dicintai semua orang. Termasuk oleh Samudra, lelaki yang Hazela panggil kekasih, namun tak pernah benar-benar membuatnya merasa menjadi satu-satunya. Setiap hari adalah perjuangan. Perjuangan untuk didengar, diperhatikan, bahkan sekadar diakui. Samudra selalu ada... tapi tak pernah untuk Hazela. Hatinya, langkahnya, dan keputusannya, semuanya selalu condong pada Bianca. "Kamu bisa ke kantin sendirian, kan?" Kalimat yang seharusnya biasa, tapi terdengar seperti tamparan ketika disampaikan oleh orang yang kau sebut rumah. Hazela tidak butuh dunia. Ia hanya ingin satu hal: dianggap penting, walau hanya sekali. Ia bukan meminta dunia. Ia hanya memohon tempat kecil di hati seseorang yang katanya mencintainya. "Jadiin aku prioritas kamu, Sa... sekali saja, sebelum aku tidur untuk selamanya." "Kamu prioritas aku, Zel... tapi sekarang, menjaga Bianca lebih penting daripada kamu." Ketika cinta menjadi luka, dan kehadiran menjadi beban, apa yang tersisa dari sebuah hubungan? Akankah kamu tetap bertahan mencintai seseorang yang tak pernah memilihmu? Hazel hanya punya satu permintaan sederhana sebelum segalanya terlambat: "Berikan aku kebahagiaan, sebelum aku pergi. Itu saja."

Mais detalhes
WpActionLinkDiretrizes de Conteúdo