Don't Play With Dice : RED ROOM

Don't Play With Dice : RED ROOM

  • WpView
    Reads 696
  • WpVote
    Votes 28
  • WpPart
    Parts 8
WpMetadataReadMatureOngoing
WpMetadataNoticeLast published Sun, Jun 30, 2024
Suara teriakan samar-samar menembus distorsi, diikuti oleh deringan rantai dan benda tumpul menghantam daging lunak. Bayangan di layar tertawa, tawa tanpa humor yang mengiris telinga seperti kuku runcing. Gadis itu mulai memohon, suaranya putus asa dan hancur, tapi tak ada belas kasihan di Red Room. Hanya ada kepuasan bengis saat penonton tak terlihat bersorak dan melempar koin virtual, membiayai tarian penderitaan ini.
All Rights Reserved
Join the largest storytelling communityGet personalized story recommendations, save your favourites to your library, and comment and vote to grow your community.
Illustration

You may also like

  • If we can together
  • MASKED MAN
  • Lucid dream
  • Diary Of Rain [END]
  • CONTENT [SEGERA TERBIT]
  • Hide And Bleed
  • YOU'RE LOCKED OUT !!  {ON GOING}
  • Red Devil
  • Detective Vina
  • The MAN in Jail

ruangan itu terasa sunyi hanya ada kegelapan di dalamnya bersama kenangan yang ada. seorang pria terlihat sendirian di atas kasur tak nyamannya, meringkuk sedih sambil menangis. meratapi kisah nya yg terlalu sadis untuk di ingat. kehilangan orang tercinta membuatnya kehilangan kewarasan. ***** "sayang, aku pergi dulu tolong jaga diri baik-baik ya" itu adalah kata terakhir yang terucap dari mulutnya yang ranum. senyuman kecil nya berubah menjadi wajah datar yang desuta belum lihat sebelumnya. tangan yang hangat mencengkeram erat kini melemah dan dingin, tidak ada ada lagi gelak tawa di antara mereka, hanya tangis dan kesedihan yang memenuhi ruangan itu. malam itu dunia terasa seperti runtuh dalam sesaat bagi desuta kehilangan seseorang yang dia cintai sampai saat ini belum dia temukan obatnya. kini tubuh cantik itu akan dipindahkan, para dokter dan staff memastikan bahwa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan. tubuh mulai diangkat dan ditempatkan di trolly perlahan staff mulai mendorong nya ke kamar jenazah. desuta yg dari awal terlihat tegar dan kuat kini berubah menjadi bayi dewasa yang cengeng ia berteriak dan mulai menangis saat ia melihat trolly di dorong menjauh. beberapa temannya mulai membujuknya utnuk tenang dan ikhlas dan tetap saja tangisan itu memecah keheningan ruangan icu. itulah sedikit sipnosis dari serita ini kalau kalian penasaran bagaiaman kisahnya bisa kalian baca disini................... selamat membaca by lubiks garapan

More details
WpActionLinkContent Guidelines